Satu Rekaman Suara Bisa Bongkar Persembunyian Mojtaba Khamenei, Iran Pilih Diam
- Istimewa
Siap – Keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei masih menjadi teka-teki setelah hampir lima bulan menjabat.
CIA dan Mossad disebut telah mengerahkan operasi intelijen untuk melacak lokasinya, tetapi keberadaan sang pemimpin Iran belum berhasil dipastikan.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, laporan yang beredar menyebut badan intelijen Amerika Serikat dan Israel tersebut menjalankan operasi dengan prioritas tinggi untuk menemukan Mojtaba.
Namun, upaya tersebut hingga kini disebut belum membuahkan hasil.
Sejak mengambil posisi sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba dilaporkan belum tampil secara terbuka di hadapan publik.
Ia juga disebut belum menyampaikan pidato melalui televisi.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai lokasi Mojtaba sekaligus sejauh mana kendalinya terhadap pemerintahan Iran di Teheran.
Sejumlah analis intelijen menduga Mojtaba kemungkinan menjalankan aktivitas kepemimpinannya dari fasilitas bawah tanah dengan sistem pengamanan berlapis di Teheran.
Kemungkinan lain yang turut muncul adalah keberadaannya di jaringan terowongan yang berada di sekitar kota suci Qom.
Mantan pejabat intelijen juga memperkirakan Iran menggunakan berbagai pengalihan atau umpan keamanan untuk menyembunyikan lokasi sebenarnya dari Pemimpin Tertinggi mereka.
Meski spekulasi mengenai kondisi Mojtaba terus bermunculan, laporan tersebut menyebut CIA menilai sang pemimpin Iran masih hidup dan tetap menjalankan tugasnya.
Penilaian itu muncul meskipun sebelumnya beredar rumor bahwa Mojtaba kemungkinan mengalami luka serius.
Salah satu hal yang turut menjadi perhatian adalah tidak adanya rekaman suara terbaru Mojtaba Khamenei yang dirilis secara terbuka.
Otoritas Iran disebut sengaja menghindari publikasi rekaman suara tersebut karena khawatir karakteristik audio dapat dimanfaatkan badan intelijen asing untuk memperkirakan lokasi sang pemimpin.
Melalui kanal Telegram resminya, Almasyari menguraikan alasan di balik kekhawatiran tersebut.
Media itu menjelaskan bahwa setidaknya terdapat lima jenis informasi dari sebuah file audio yang secara teoritis dapat dimanfaatkan untuk membantu mengidentifikasi lokasi seseorang.
Pertama, karakteristik akustik setiap ruangan tertutup berbeda.
Pantulan dan resonansi suara dapat memberikan petunjuk mengenai bentuk maupun karakteristik ruang tempat sebuah rekaman dibuat.
Kedua, gangguan atau karakteristik tertentu pada jaringan listrik yang tertangkap dalam rekaman suara disebut berpotensi memberikan informasi mengenai waktu perekaman hingga jaringan listrik yang berkaitan dengan lokasi tersebut.