Blak blakan, Eks Menlu AS Sebut Kebijakan Washington Serang Iran Sama Saja Bunuh Diri, Nasib Trump Diujung Tanduk?
- Istimewa
Siap –Kebijakan Amerika Serikat menyerang Iran mendapat kritik pedas dari mantan Menteri Luar Negerinya (Menlu)sendiri Wendy Sherman.
Eks menteri luar negeri AS itu menyebut bahwa kebijakan serangan Washington terhadap Iran itu adalah satu bentuk bunuh diri kekuatan besar yang justru merugikan posisi besar global Amerika.
Dalam sebuah wawancara di program ABC this week Sabtu (25/4); Sherman menilai bahwa kebijakan tersebut memperburuk situasi geopolitik dengan menguntungkan rival utama seperti Rusia dan China sekaligus memperkuat posisi internal Iran.
"Kita melihat kebuntuan antara Amerika dan Iran, ada perang ekonomi ada Kebuntuan militer, yang dibutuhkan sekarang adalah Diplomasi yang benar benar keras," katanya.
Tak hanya itu, Sherman juga menegaskan bahwa penyelesaian konflik tidak bisa dicapai secara instan.
Menurutnya, proses negosiasi dengan Iran memerlukan waktu panjang serta keterlibatan tim ahli yang kuat.
Sherman juga menilai kebijakan tersebut menempatkan sekutu AS di kawasan Teluk dan Eropa dalam posisi sulit.
“Kita menciptakan situasi yang benar-benar bunuh diri superpower,” katanya.
Rudal balistik Iran untuk menghadapi Amerika
- Istimewa
Pandangan serupa disampaikan Richard Haass.
Ia menyebut konflik ini sebagai perang pilihan yang keliru dan membandingkannya dengan pengalaman Amerika di Vietnam.
“Secara militer kita menang dalam hitungan sempit, tapi secara strategis kita kalah,” ujar Haass.
Lebih lanjut, Sherman menyoroti meningkatnya pengaruh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dalam politik domestik Iran.
Ia menilai kelompok garis keras kini semakin dominan dalam menentukan arah kebijakan negara tersebut.
Menurut Sherman, satu satunya jalan keluar adalah melalui diplomasi yang serius termasuk kemungkinan pelonggaran blokade dan langkah langkah deeskalasi sebagai awal menuju kesepakatan.
Posisi Terjepit
Upaya Amerika Serikat untuk membujuk Iran Iran untuk hadir di meja perundingan terus dilakukan. Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump belum lama ini telah mengumumkan gencata senjata secara sepihak tanpa batas waktu.
Menanggapi hal itu, pihak Teheran sendiri menegaskan bahwa mereka tidak meminta gencata senjata.
Iran menilai, pernyataan tersebut adalah bukti bahwa Amerika telah kalah di medan perang.