Sekolah Putri di Iran Dibom Israel, Pakistan Nyatakan Dukungan Penuh!

Pakistan dukung Iran usai serangan
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Serangan Israel ke sekolah putri di Iran memicu gelombang reaksi internasional. Setelah insiden itu, Pakistan langsung menyatakan dukungan kepada Teheran dan mengutuk keras serangan yang disebut tidak beralasan.

img_title Iran Tak Mau Lagi Diam, Kepentingan AS Kini Ikut Disentil

Sekolah Putri Shajareh Tayyebeh di Minab, wilayah selatan Iran, dilaporkan menjadi sasaran serangan Israel di tengah perang yang kian memanas.

Puluhan anak tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

img_title Iran Pamer 'Kartu As' dari Bawah Tanah, Amerika Bisa Dibuat Tak Tenang

Sejumlah media internasional seperti Associated Press, BBC, Al Jazeera, dan Reuters mengutip pejabat Iran yang menyebut korban tewas berkisar antara 40 hingga 51 anak.

Sekitar 45 hingga 60 siswi dilaporkan terluka. Otoritas Iran menyatakan angka tersebut masih bisa bertambah.

img_title Pangkalan Militer Suriah Diserang Israel, Turki dan AS Kompak Bantah Klaim Netanyahu

Media pemerintah Teheran, IRNA, menyebut serangan itu bagian dari gelombang serangan yang lebih luas terhadap sejumlah target di Iran.

Sekolah tersebut disebut terkena dampak langsung dari serangan udara.

Kronologi Serangan dan Dampaknya di Minab

Serangan terjadi pada siang hari saat kegiatan belajar berlangsung. Ledakan menghantam area sekolah dan merusak sebagian bangunan.

Dinding runtuh. Kaca jendela pecah. Ruang kelas berubah menjadi puing.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan parah. Warga berkerumun di sekitar lokasi.

Sebagian menangis. Sebagian lainnya membantu proses evakuasi.

Tim penyelamat bergerak cepat. Ambulans keluar masuk kawasan sekolah.

Petugas medis membawa korban ke rumah sakit terdekat. Beberapa siswi terlihat ditandu dalam kondisi kritis.

Pejabat lokal di Minab menyebut sebagian korban tewas berada di dalam ruang kelas saat ledakan terjadi.

Banyak korban tertimpa reruntuhan. Beberapa lainnya mengalami luka bakar dan trauma berat.

Pemerintah Iran mengecam keras serangan tersebut dan menuding Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel terkait tudingan tersebut.

Ketegangan kedua negara tersebut memang meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Kedua pihak saling melontarkan ancaman terbuka.

Serangan balasan terjadi di sejumlah titik strategis. Situasi ini memperbesar risiko eskalasi yang sulit dikendalikan.

Serangan terhadap fasilitas pendidikan menambah dimensi kemanusiaan dalam konflik tersebut.

Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak justru berubah menjadi lokasi tragedi.

Organisasi kemanusiaan internasional menyerukan perlindungan terhadap warga sipil, terutama anak-anak.

Mereka mengingatkan bahwa hukum humaniter internasional melarang serangan terhadap fasilitas pendidikan.

Di Minab, suasana berubah menjadi duka. Keluarga korban berkumpul di rumah sakit. Tangis pecah di berbagai sudut kota.

Aparat keamanan memperketat penjagaan di sekitar lokasi kejadian.

Hingga laporan terakhir, jumlah korban masih dalam proses verifikasi. Otoritas Teheran menyebut angka korban tewas bisa melewati 51 orang.

Tim medis terus menangani puluhan siswi yang terluka.

Pakistan Kutuk Serangan dan Dorong Diplomasi

Israel serang sekolah Iran, puluhan anak tewas

Photo :
  • Siap.viva/Tangkapan layar X

Di tengah situasi tersebut, Pakistan menyampaikan sikap tegas. Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan dukungan kepada Iran dan mengutuk serangan yang tidak beralasan.

Wakil Perdana Menteri & Menteri Luar Negeri, Senator Mohammad Ishaq Dar menerima telepon dari Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi.

Mereka membahas perkembangan situasi di Iran dan kawasan yang lebih luas.

Menteri Luar Negeri Pakistan mengutuk keras serangan yang tidak beralasan terhadap pihak Teheran.

Senator Mohammad Ishaq Dar pun menyerukan penghentian segera eskalasi melalui dimulainya kembali diplomasi secara mendesak untuk mencapai resolusi damai melalui negosiasi atas krisis tersebut.

Pernyataan ini menegaskan posisi Islamabad di tengah konflik regional yang sensitif.

Pakistan menilai eskalasi lanjutan hanya akan memperburuk stabilitas kawasan.

Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Iran, Pakistan memiliki kepentingan strategis dalam menjaga keamanan regional.

Ketegangan berkepanjangan dapat berdampak pada stabilitas perbatasan dan dinamika politik kawasan.

Seruan agar diplomasi segera dimulai kembali menunjukkan pendekatan yang menekankan solusi damai.

Pakistan mendorong negosiasi sebagai jalan keluar dari krisis yang terus membesar.

Di tingkat regional, insiden di Minab diperkirakan akan memperuncing ketegangan.

Negara-negara di Timur Tengah kini bersiaga menghadapi kemungkinan eskalasi lanjutan.

Tekanan diplomatik diprediksi meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Analis keamanan menilai situasi saat ini sangat rapuh. Satu insiden tambahan dapat memicu konflik lebih luas.

Karena itu, komunikasi antarnegara menjadi krusial.

Serangan ke sekolah putri di Minab menandai fase baru dalam konflik Iran–Israel.

Selain memunculkan dampak militer dan politik, insiden ini memperlihatkan sisi kemanusiaan yang memilukan.

Dunia kini menanti langkah berikutnya dari para pemangku kepentingan.

Apakah jalur diplomasi akan diutamakan, atau eskalasi akan terus berlanjut.

Untuk saat ini, Pakistan telah menyampaikan pesannya dengan jelas: dukungan kepada Teheran dan dorongan kuat agar konflik diselesaikan melalui negosiasi damai.

Di tengah ketidakpastian, diplomasi menjadi harapan utama untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.