Sampai ke Titik Didih, Iran Balas Serangan AS dan Israel, Sirine Darurat Meraung di Langit Bahrain?
- Istimewa
Siap –Tensi ketegangan antara Amerika Serikat vs Iran terus meningkat, bahkan nyaris menemui titik didih, pasalnya, berdasarkan laporan terkini, Iran telah meluncurkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke arah Israel dan pangkalan militer Amerika sebagai bentuk balasan langsung.
Pemicu serangan balasan Iran tersebut lantaran serangan udara yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat beberapa jam sebelumnya pada hari yang sama.
Serangan gabungan tersebut, yang dinamakan "Operation Epic Fury" oleh Pentagon, menargetkan ibu kota Teheran dan beberapa wilayah lain di Iran sebagai tindakan "pre-emptive" (pendahuluan) terhadap program nuklir Iran.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi telah melepaskan gelombang serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke wilayah Israel.
Beberapa laporan menyebutkan pertahanan udara Israel sempat kewalahan menghadapi intensitas serangan ini.
Sirene peringatan dini telah berbunyi di seluruh kota besar Israel, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem.
Pemerintah Israel telah mengumumkan status keadaan darurat nasional dan menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer ini bertujuan untuk menghilangkan ancaman langsung dari rezim Iran.
Sejumlah negara di kawasan seperti Bahrain dan Qatar melaporkan adanya aktivitas pencegatan rudal di wilayah mereka.
Rudal Iran dilaporkan telah menghantam pangkalan militer AS di Bahrain dan Qatar.
Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, yang merupakan markas militer terbesar AS di kawasan tersebut, menjadi fokus utama serangan karena dianggap sebagai pusat komando operasional.
Sejumlah ledakan juga mengguncang Manama, Bahrain pada Sabtu (28/2).
Dilansir AFP, ledakan terjadi di tengah gempuran yang dilakukan tentara AS dan Israel terhadap Iran.
Tak hanya ledakan, sirene darurat juga berbunyi meraung-raung di Bahrain, yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS.
"Sirene dibunyikan karena adanya bahaya," kata peringatan Kementerian Dalam Negeri Bahrain yang dikirim ke ponsel warga.