IRGC Bidik Basis AS di Teluk, Iran Tegaskan Hak Balasan Militer
- Siap.viva/X/@IranObserver0
Siap – Iran memberi sinyal keras setelah serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pemerintah di Teheran menyatakan angkatan bersenjata siap bertindak. Pesan yang disampaikan tegas dan terbuka.
Pernyataan itu muncul di tengah eskalasi yang meluas ke berbagai titik strategis. Teheran tidak hanya mengecam, tetapi juga menegaskan kesiapan menggunakan kekuatan militer.
Ketegangan kini tidak lagi terbatas pada retorika diplomatik. Situasi bergerak cepat dan melibatkan banyak aktor di kawasan.
Teheran Tegaskan Hak Gunakan Kekuatan Militer
AS siaga militer hadapi Iran
- Siap.viva/X/@IranArmyStan
Seperti dilansir dari Al Jazeera, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan Israel pada Sabtu (28/2/2026) pagi menargetkan infrastruktur pertahanan dan lokasi nonmiliter di berbagai kota.
Pernyataan resmi itu langsung mempertegas posisi Teheran. Pemerintah menilai tindakan tersebut melanggar norma internasional.
"Republik Islam Iran memandang agresi ini sebagai pelanggaran nyata terhadap perdamaian dan keamanan internasional," bunyi pernyataan Kemlu Iran.
Iran menyatakan memiliki hak sah untuk memberikan respons tegas. Termasuk, jika diperlukan, menggunakan kekuatan bersenjata.
“Sepenuhnya siap untuk membela negara dan akan membuat para agresor menyesali tindakan mereka,” kata Kemlu Iran.
Kalimat tersebut menjadi sinyal bahwa respons militer bukan sekadar kemungkinan. Pemerintah ingin menunjukkan kesiapan penuh menghadapi eskalasi lanjutan.
IRGC Serang Target Israel dan Basis AS di Teluk
Potret ilustrasi
- Istimewa
Sebelumnya diberitakan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak hanya melancarkan serangan pembalasan ke Israel.
IRGC juga menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Ledakan pertama terdengar di Bahrain. Pemerintah Bahrain mengonfirmasi markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS menjadi sasaran serangan rudal Teheran.
Armada ke-5 memiliki peran penting dalam operasi militer Amerika di kawasan Teluk. Serangan terhadap fasilitas ini meningkatkan risiko konflik regional.
Qatar langsung merespons dengan mengirim peringatan ke ponsel warga.
Pemerintah merekomendasikan semua orang tidak keluar rumah atau tetap berada di tempat terlindung, baik di rumah maupun tempat lain.
Warga juga diminta menjauh dari pangkalan militer.
Langkah tersebut menunjukkan tingkat kewaspadaan tinggi. Ancaman dinilai nyata dan mendesak.