Dituding Politisasi Kasus Vina Cirebon, Dedi Mulyadi: Kalau Ga Bisa Bantu Jangan Bikin Susah Orang
- Istimewa
Siap –Tudingan mempolitisasi kasus Vina Cirebon untuk kepentingan politik yang selama ini mengarah ke Dedi Mulyadi lantaran dianggap terlalu dalam terjun menelusuri pusaran kasus tewasnya Eky dan Vina 2016 silam akhirnya terkuak.
Dalam sebuah acara diskusi terkait kasus Vina Cirebon yang ditayangkan oleh kompas TV Jumat 2/8/2024 malam Dedi Mulyadi akhirnya blak blakan soal dirinya yang dituding mempolitisasi kasus tersebut. Hal tersebut bermula ketika sang presenter mengkonfirmasi terkait hal tersebut kepada Dedi Mulyadi diatas panggung.
Ia mengatakan bahwa jangan sampai ikhtiar suci mencari kebenaran materi dalam kasus Vina Cirebon ini bergeser ke ranah lain.
"Karena tadi Kang Dedi mengatakan bahwa kemanusiaan itu diatas perbedaan agama, ras dan lain lain," kata Presenter.
"Saya mau singgung soal politik dan saya mau Kang Dedi menjawab soal itu," tanya sang presenter.
Mendengar pertanyaan tersebut Dedi Mulyadi dengan tegas menjawab bahwa banyak tuduhan dirinya mempolitisasi kasus Vina Cirebon ini.
"Kamu nuduh saya yah politisasi kasus ini, coba tanya pak Otto Hasibuan, justru kasus ini yang akan menghambat saya di politik tadinya," jawab Dedi seperti dikutip YouTube kompas TV.
"Kasus ini, kalau Pak Prabowo tidak cita kepada saya dan mendukung apa yang saya lakukan, ga jadi saya nyalon sebagai Gubernur," tegas Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, jadi kalau dikatakan dirinya mempolitisasi kasus Vina Cirebon ini, justru perjuangan untuk membebaskan 7 terpidana ini akan membuat dirinya batal menjadi calon gubernur.
"Batal ga sekarang," tanya presenter.
"Enggak, karena Pak Prabowo menggunakan rasa," jawab Dedi.
Kemudian Dedi Mulyadi pun menyampaikan bahwa pesan Prabowo itu, bantulah banyak orang, kalau tidak bisa, bantulah sedikit orang dan jika tidak bisa juga bantulah satu orang.
"Jika tidak bisa bantu walaupun satu orang, jangan bikin susah orang," kata Dedi disambut riuh tepuk tangan penonton.
"Nah saya ini mengamalkan itu, rekomendasinya jadi cepat turun, untuk pimpinan saya Prabowo Subianto, kalau yang lain mungkin saya ga jadi nyalonin," sambung Dedi.