Geram, Unjuk Rasa Tak Terelakkan: Warga Buang Sampah Empat Truk Didepan Kantor DPRD dan Bupati
- Istimewa
Siap –Unjuk rasa tak terelakkan sampai mengirimkan sampah dengan menggunakan truk sebanyak empat kali dihadapan kantor DPRD dan Bupati Sintang, Kalimantan Barat menjadi sorotan publik.
Kejadian tersebut adalah bentuk unjuk rasa warga yang merasa geram karena Pemerintah Kabupaten Sintang tidak bergerak cepat dalam mengatasi permasalahan sampah.
Sedangkan Koordinator unjuk rasa itu Marsianus mengatakan bahwasannya sejak tahun 2021, sebanyak tempat pembuangan sampah (TPS) ditutup oleh warga karena dikelola dengan baik oleh pemerintah.
Maka, sampah jadi menumpuk dan mencemari lingkungan, menimbulkan aroma tidak sedap yang mengganggu kenyamanan seluruh warga pada Jumat 26 Juli 2024.
Demo warga yang mengirimkan hadiah sampah ke Kantor DPRD dan Kantor Bupati Sintang sebagai wujud unjuk rasa dan mendesak pemda melakukan langkah pasti dalam penanganan sampah.
"Aksi mengirim kado sampah ke Kantor DPRD dan Kantor Bupati Sintang ini sebagai bentuk protes dan mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret dalam penanganan sampah," ucap Marsianus.
Marsianus pun menerangkan bahwasanya permasalahan sampah di Kabupaten Sintang tidak kunjung selesai hingga saat ini.
Adapun Pemerintah beralih jika jumlah TPS masih kurang dan komodasi truk pengangkut sampah sangat terbatas.
Hal itu yang menimbulkan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) yang semakin kian memburuk.
"Penumpukan sampah terjadi di berbagai wilayah seperti Jalan Hutan Wisata, Stadion Baning, Pasar Masuka, Pasar Sungai Durian, dan Jerora. Sampah di sana berminggu-minggu tidak diangkut, sehingga bau tak sedap menyebar ke mana-mana," ucap Marsianus.
Langkah selanjutnya dalam menanggapi demo tersebut, Assisten II Sekretariat Daerah Sintang Harysinto Linoh menyampaikan, pihaknya telah memiliki rencana memberikan sarana dan prasarana baru untuk atasi masalah sampah.
"Kami sudah berencana membeli armada baru untuk mengatasi sampah ini, intinya cari solusi yang terbaiklah," ujar Harysinto.