Prof Tjipta Bongkar Dilema Megawati di Balik Tantangan Jokowi: Ibu Lagi 'Bertapa' Sekarang

Prof Tjipta Lesmana soal Ketum PDIP Megawati
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Pengamat politik, Prof Tjipta Lesmana belum lama ini membongkar dugaan kondisi politik yang terjadi di kubu PDIP. Ada pun poin yang ia singgung di antaranya tentang sikap Megawati soal RUU Perampasan Aset Koruptor.

Dituntut 5 Tahun Penjara, Eks Bupati Kutai Barat Ismail Thomas Kepergok Tidak Ditahan, Oh Ternyata

Disitat dari tayangan YouTube ASANESIA TV yang dipandu oleh mantan Ketua KPK, Abraham Samad, Prof Tjipta awalnya menyinggung soal statemen Mahfud MD terkait dengan upaya penegakan hukum di Indonesia. 

"Pak Mahfud mengatakan, sebetulnya nggak susah penegakan hukum ada tiga syaratnya, 123, tapi saya lupa gitu ya. Terus ditanggapi oleh kader PDIP yang senior. Penegakan hukum ini tergantung kepada ketua umum partai," katanya dikutip siap.viva.co.id pada Kamis, 28 Desember 2023.

Posisi Terjepit, PDIP Harus Jeli Menentukan Sosok di Pilgub Jakarta, GPMN: Kalau Salah Pilih Bisa..

"Jadi kenapa RUU perampasan aset tidak jalan-jalan? Itu kita tunggu perintah dari ketua umum PDIP Megawati. Begitu ketua umum perintahkan langsung bisa," sambungnya.

Menurut Prof Tjipta Lesmana, peranan ketum partai itu sangat besar. 

Muncul Sinyal Dukungan Partai NasDem untuk Kaesang di Pilkada Jakarta, Asal Mau Jadi Cawagub Anies

"Pertanyaan yang besar, pertanyaan yang cukup nakal, itu ditantang sama Jokowi. Saya sudah siap tandatangani. Kenapa Ibu Megawati sejak bulan 3 bulan 6 bulan lalu tidak perintahkan anak buahnya yang DPR? Itu saya nggak bisa jawab," katanya.

Kemudian, Prof Tjipta Lesmana juga menyinggung soal kasus Harun Masiku yang menurutnya misterius. 

"(soal kasus itu) samar-samar masuk ke telinga saya. Tapi saya enggak bisa ngomong di sini. Itu kasus besar katanya, jadi Firli Ketua KPK ada kaitan juga dengan kasus ini. Persisnya gimana saya enggak tahu," katanya. 

Menanggapi hal tersebut, Abraham Samad yang memandu podcast tersebut lantas bertanya, kenapa kenapa Megawati diam seribu bahasa, cuma pidato dan tidak melakukan langkah konkret?

"Kalkulasi pak, orang politik kurang lebih hampir sama dengan pengusaha. Pengusaha pakai kalkulator. (Mega berpikir) kalau saya begini efeknya apa? Kalau misalnya kita begini nanti saya dihantam di sini gimana? Gitu kan."

Prof Tjipta menilai, ada banyak pertimbangan yang dipikirkan Megawati, salah satunya soal kekuasaan, hingga kekhawatiran ada kasus besar yang melibatkan kader PDIP. 

"Ibu Megawati ini sangat hati-hati, kalau bisa kursi saya jangan digoyang-goyang terus dong. Makanya dia tidak mengambil langkah konkrit."

"Nah belakangan diam-diem saya juga provokasi juga dengan teman-teman saya di PDIP, eh kenapa ibu diam terus, katanya ibu lagi 'bertapa' sekarang," sambungnya.

Megawati, lanjut Prof Tjipta, sedang konsentrasi keras memikirkan kemenangan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024

"Ibu kerjanya sekarang keras sekali untuk memenangkan duet Ganjar Mahfud yang lain enggak dipikirkan dulu. Nah begitu mendengar pidato (Jokowi) kemarin ini, dia seperti terangsang gitu loh," tuturnya.

"Dia ibaratkan dengan orde baru, ini orde baru yang diciptakan oleh Jokowi," timpalnya lagi.