Sanksi Baru Trump Tak Bikin Iran Gentar, Teheran Sampaikan Balasan Keras
- Gemini AI
Kritik Rezaei kemudian diarahkan kepada Presiden Donald Trump.
Ia menilai kebijakan Trump justru memberikan beban tambahan bagi masyarakat Amerika Serikat, negara-negara sekutunya, serta perekonomian global.
Rezaei menyoroti peningkatan imbal hasil obligasi jangka panjang Amerika Serikat.
Ia juga membandingkannya dengan slogan Trump yang berjanji mengembalikan kejayaan Amerika, sementara utang negara tersebut justru terus meningkat.
Menurut Rezaei, Amerika Serikat harus menyediakan tambahan dana sekitar 3,7 triliun dolar AS untuk memenuhi kewajiban utangnya.
Ia juga menilai kebijakan Trump telah memberikan dampak buruk terhadap Amerika Serikat dan negara-negara yang menjadi mitranya.
Sektor pelayaran turut menjadi perhatian.
Rezaei menyebut sekitar 1.200 kapal tanker minyak tidak lagi dapat digunakan, sementara biaya bahan bakar untuk kapal-kapal tersebut disebut mengalami kenaikan berkali-kali lipat.
"Trump telah meningkatkan risiko logistik dalam perdagangan global," ujarnya.
Rezaei kemudian menilai kebijakan Washington justru berpotensi meningkatkan ketertarikan negara-negara lain terhadap senjata nuklir, bukan memperkuat keamanan nuklir internasional.
Ia menyebut Iran memiliki rekam jejak kepatuhan terhadap regulasi nuklir.
Teheran merupakan anggota Traktat Non-Proliferasi Nuklir atau NPT dan menerima kehadiran inspektur internasional.
Menurut Rezaei, keputusan Washington mengalihkan tekanan dari operasi militer menuju perang ekonomi terjadi karena Amerika Serikat kecewa terhadap hasil kampanye militernya.
"Pihak Amerika kecewa dengan serangan militer. Mereka kemudian memutuskan bahwa jika mereka mengepung Iran secara ekonomi, langkah itu akan membantu upaya perang mereka," tuturnya.
Ia menilai penunjukan Menteri Keuangan Amerika Serikat untuk memimpin kampanye tekanan ekonomi terhadap Iran menjadi indikasi bahwa Washington mulai mengandalkan strategi lain setelah operasi militernya dinilai tidak memberikan hasil maksimal.
"Mereka ingin memecah belah persatuan rakyat melalui tekanan ekonomi dan memobilisasi massa turun ke jalan," ujar Rezaei.
Menurutnya, Amerika Serikat telah menyadari bahwa konfrontasi militer secara langsung terhadap Iran semakin sulit mencapai tujuan yang diinginkan.
Rezaei juga menyinggung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Ia menyebut Netanyahu sebelumnya mendorong Trump menerapkan tekanan ekonomi terhadap Iran selama enam bulan.
Namun, Trump disebut tidak menyetujui usulan tersebut. Netanyahu kemudian dikabarkan mengusulkan periode tekanan selama dua bulan.