Sanksi Baru Trump Tak Bikin Iran Gentar, Teheran Sampaikan Balasan Keras

Potret ilustrasi bendera Iran berkibar ditengah perang.
Sumber :
  • Gemini AI

Ia menyatakan Teheran tidak pernah merasa gentar menghadapi tekanan ekonomi maupun tindakan militer yang sebelumnya telah dilakukan Amerika Serikat.

img_title Iran Lipatgandakan Produksi Rudal saat AS Melempem

"Kami tidak pernah merasa takut," tegasnya.

Menurut Araqchi, berbagai kebijakan Washington pada masa lalu, termasuk tekanan ekonomi dan operasi militer, tidak berhasil membuat Iran menyerah.

img_title Trump Perketat Tekanan ke Iran, Benarkah Semua Negara Bisa Dipaksa Berhenti Berdagang?

Karena itu, ia meyakini kebijakan terbaru Amerika Serikat juga tidak akan menghasilkan tujuan yang diharapkan.

Di tengah pernyataan tersebut, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei turut mengeluarkan peringatan kepada negara-negara tetangga.

img_title Perang Berkepanjangan, Iran Akhirnya Ungkap Keinginan Besarnya

Rezaei meminta negara-negara di sekitar Iran tidak bergabung dalam kampanye ekonomi yang digerakkan Washington.

Ia menegaskan negara yang ikut dalam tekanan tersebut dapat dianggap sebagai musuh oleh Teheran.

Dikutip dari Tasnim News, Rezaei mengatakan perubahan besar telah terjadi dalam strategi pertahanan serta kebijakan internasional Iran setelah konflik terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Menurutnya, Teheran tidak akan menjalankan diplomasi dengan pola yang sama seperti sebelum perang.

"Iran saat ini tidak akan sama dengan Iran sebelum perang," tegasnya.

Rezaei mengatakan perubahan juga terjadi dalam cara Washington memandang Iran.

Ia menilai dunia internasional turut melihat Teheran dengan perspektif berbeda setelah berbagai perkembangan dalam konflik tersebut.

Karena itu, Iran disebut perlu menyesuaikan strategi pertahanan dan diplomasi, terutama setelah Washington dituding melanggar komitmen serta mengingkari hasil perundingan yang telah disepakati.

Rezaei juga menilai citra Amerika Serikat sebagai negara yang mengedepankan perdamaian telah mengalami perubahan.

Ia menuduh Washington telah memperlihatkan "wajah aslinya" melalui serangan terhadap Iran, pembunuhan pemimpin negara tersebut, serta serangan terhadap sekolah.

Rezaei juga menilai keputusan Pemimpin Revolusi Islam Mojtaba Khamenei untuk menunjuk sejumlah komandan berpengalaman merupakan langkah yang tepat.

Menurutnya, pengalaman para veteran perang diperlukan untuk menghadapi situasi yang berkembang.

"Tentu akan ada perubahan dalam manajemen dan pelaksanaan perang serta dalam perilaku diplomatik Iran," kata Rezaei.

Ia kembali menghubungkan perubahan strategi Iran dengan apa yang disebutnya sebagai pengkhianatan Amerika Serikat terhadap perundingan dan kegagalan Washington menjalankan kesepakatan yang telah ditandatangani.

Halaman Selanjutnya
img_title