Perang Iran Bikin Trump Linglung, Ini Sederet Buktinya
- Istimewa
Pertama, menerima kesepakatan sementara via mediasi Oman-Iran.
Ini berarti melegalkan pengawasan Teheran atas Selat Hormuz, sebuah konsesi terbesar yang memicu kritik tajam dari internal Partai Republik.
Kedua, melakukan eskalasi militer gelombang baru. Langkah ini berisiko memicu krisis energi global dan kehancuran politik menjelang pemilu sela, serta diwarnai kekhawatiran analis terkait penipisan cadangan rudal AS.
Analitis dari Foundation for Defense of Democracies, Behnam Ben Taleblu mengingatkan, Republik Islam sedang berusaha memojokkan Trump menjelang bulan November.
Sementara itu, Jonathan Panikoff, mantan pejabat intelijen AS menyebut, kekuatan global seperti China, Rusia, dan Korea Utara kini sedang mencermati keterbatasan kekuatan AS di panggung dunia.
Perang yang tadinya dijanjikan hanya berlangsung beberapa Minggu, kini berkembang menjadi pusaran konflik tanpa jalan keluar yang jelas.
Antara gertakan sanksi, embargo, dan tekanan pemilu dalam negeri, ruang gerak Washington kian menyempit.
Apakah strategi sanksi ekonomi Trump akan berhasil memaksa Teheran bertekuk lutut?
Jenderal AS Putar Otak Keluar dari Zona Perang
Elit militer Amerika Serikat dilaporkan tengah berupaya keras untuk keluar dari zona perang Iran.
Mereka disebut sedang putar otak untuk mencari solusi atas persoalan ini.
Disitat dari kanal YouTube Kompas, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine dikabarkan tengah mendorong pemerintahan Donald Trump untuk mencari jalan keluar dari konflik Iran yang terus berlarut.
Berdasarkan laporan media CNN pada Sabtu, 8 Agustus 2026, Caine disebut telah menyampaikan dorongan tersebut kepada pejabat Gedung Putih selama beberapa pekan terakhir.
Upaya itu turut dilakukan melalui serangkaian pertemuan tertutup, dengan sejumlah pejabat tinggi di pemerintahan AS dalam beberapa pekan terakhir.
Laporan menyebut Caine bertemu dengan Wakil Presiden AS, JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Direktur CIA, John Ratcliffe.
Tujuan dari pertemuan itu sendiri ialah menyelaraskan pandangan para pejabat pemerintahan sekaligus menunjukkan kepada Trump berbagai kemungkinan risiko apabila eskalasi terus berlanjut.
Para pejabat juga disebut membahas potensi kebuntuan yang dapat dihadapi negeri Paman Sam, jika konflik tidak segera menemui jalan keluar.