Gawat, AS Siapkan Operasi Besar Hadapi Iran: Perang Total Segera Dimulai?
- Istimewa
Siap – Amerika Serikat dilaporkan telah meningkatkan kesiapan militernya dalam menghadapi kemungkinan terjadinya eksalasi baru dengan Iran.
AS dikabarkan telah mereposisi pasukan, pengerahan pesawat tempur, hingga penguatan sistem pertahanan udara.
Pergerakan kekuata militer penuh ini disebut menjadi sinyal meningkatnya opsi militer di tengah mandeknya jalur diplomasi.
Disitat dari kanal YouTube tv One, analis militer dari Yordania, Kolonel Nidal Abu Zaid dalam wawancara dengan Al Jazeera menilai, sejumlah langkah Washington mengindikasi potensi operasi yang lebih besar terhadap Republik Islam Iran.
Menurutnya, Amerika Serikat telah memindahkan sebagian personil dari Kuwait, Erbil, dan Bahrain ke sejumlah pangkalan strategis.
Selain itu, dua kapal induk Amerika Serikat masih berada di kawasan.
Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Iran
- Istimewa
Abu Zaid juga menyeroti pengerahan sistem pertahanan rudal Aegis yang dinilai mencerminkan kesiapan Washington menghadapi kemungkinan serangan balasan.
Di sisi lain, ia menyebut Iran juga melakukan penyesuaian strategi pertahanannya dengan menyebarkan kembali pasukan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.
Selain itu, pemangku kebijakan di Teheran juga memindahkan sebagian sistem rudal ke wilayah timur untuk memanfaatkan kondisi geografis dalam menghadapi kemungkinan operasi udara Amerika Serikat.
Menurut Abu Zaid, unggahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menampilkan jet tempur siluman F22 Raptor di media sosial dipandang sebagai sinyal politik sekaligus militer.
Ia memperkirakan F22 akan memainkan peran penting apabila Washington melancarkan operasi baru.
Karena memiliki kemampuan siluman, jangkauan operasional lebih panjang, dan efektivitas tinggi dalam misi superioritas udara.
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump soal perang Iran
- Istimewa
Selain F22, Abu Zaid menilai pesawat tempur FA18 juga kemungkinan akan digunakan untuk meningkatkan daya gempur dalam operasi gabungan.
Ia memperkirakan skenario serangan dapat melibatkan rudal presisi yang diluncurkan dari kapal perusak kelas Arley Burg didukung jat tempur F22 dan FA18.
Serta kemungkinan membuka jalur bagi pesawat pembom strategis B1 Lancer yang mampu membawa muatan bom dalam jumlah besar.
Eks Dubes Sebut Banyak Jenderal AS Mundur
Presiden AS, Donald Trump kian terjepit dengan skenario perang Iran.