Iran Buka Suara soal Perang dan Perdamaian, Pernyataannya Bikin Dunia Menahan Napas

Ilustrasi perang Iran.
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Pemerintah Iran kembali melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) di tengah memanasnya situasi geopolitik kawasan.

img_title Siap Perang Besar? Iran Siapkan Rudal Generasi Baru dengan Daya Hancur Paling Mengerikan!

Teheran menegaskan tidak akan menerima campur tangan Washington dalam menentukan kebijakan perang maupun perdamaian, sembari memastikan seluruh keputusan terkait keamanan nasional sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa kepentingan nasional menjadi landasan utama setiap kebijakan strategis yang diambil Teheran.

img_title Gawat, Perang Saraf AS-Iran Memanas: California Disebut Jadi "Wilayah Baru" Teheran?

Karena itu, menurutnya, tidak ada ruang bagi negara lain, termasuk Amerika Serikat, untuk mengatur arah kebijakan keamanan Iran.

“Yang menjadi prinsip bagi kami adalah kepentingan nasional. Keputusan mengenai keamanan dan kepentingan nasional diambil melalui mekanisme yang jelas. Kami tidak akan membiarkan Amerika menentukan waktu perang dan damai. Kami akan membela diri selama keadaan mengharuskannya,” tegas Baghaei dalam konferensi pers mingguan, Senin, 27 Juli 2026, seperti dilansir Tasnim News.

img_title NATO Siaga Satu! Iran Ancam Hantam Pangkalan Militer AS di Eropa, Siap Perang Besar?

Baghaei juga menanggapi munculnya laporan mengenai upaya Pakistan dan Qatar yang disebut-sebut ingin memediasi dialog antara Iran dan Amerika Serikat.

Namun, ia meragukan kemampuan Washington untuk menciptakan solusi atas konflik yang berkembang.

Menurutnya, strategi yang sebelumnya dirancang untuk memaksa Iran menyerah justru gagal mencapai tujuan.

Karena itu, Teheran tetap memilih mempertahankan jalur diplomasi yang berorientasi pada perlindungan kedaulatan negara.

Salah satu fokus diplomasi tersebut menyangkut keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Baghaei menjelaskan pembahasan mengenai kawasan strategis itu terus dilakukan bersama Oman melalui jalur bilateral tanpa melibatkan Amerika Serikat.

Selain menyoroti hubungan dengan Washington, Baghaei juga mengangkat isu serangan yang disebut dilakukan Ukraina terhadap kapal Iran di Laut Kaspia.

Ia mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah yang sangat berbahaya.

Menurut Baghaei, serangan itu merupakan tindakan provokatif yang tidak akan dibiarkan tanpa respons.

Ia juga menilai pemerintah Ukraina telah menempatkan dirinya sebagai instrumen dalam persaingan geopolitik negara-negara besar.

Iran turut melayangkan kritik keras kepada Bulgaria terkait dugaan pemberian fasilitas militer kepada Amerika Serikat.

Baghaei menilai dukungan tersebut bertentangan dengan ketentuan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Halaman Selanjutnya
img_title