Trump Klaim AS Telah Kalahkan Iran: Saat Ini Mereka Sedang Melakukan Negosiasi yang Sangat Ramah
- whitehouse
Siap – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengklaim bahwa pihaknya telah berhasil mengalahkan Republik Islam Iran.
Bahkan menurutnya, Teheran kini tengah berusaha untuk kembali ke meja perundingan.
Hal itu disampaikan Trump saat berpidato di tengah pendukungnya saat di Michigan AS.
Dilansir dari Viory, awalnya Presiden AS Donald Trump sesumbar, dengan mengklaim Amerika Serikat memiliki persediaan bensin untuk 1000 tahun.
"China tidak. Kita memiliki persediaan bensin lebih banyak untuk 1000 tahun. Kita memiliki banyak minyak sekarang dan jika kita menambahkan Venezuela kita benar-benar memiliki lebih banyak minyak. Suatu hari nanti," katanya dikutip pada Selasa, 28 Juli 2026.
Trump lantas menyebut Venezuela telah melakukan pekerjaan yang hebat, dan Amerika siap bekerjasama guna memanfaatkan jutaan barel minyak dari negara tersebut.
Menurut Trump, Venezuela setuju dan mereka baik-baik saja.
Trump juga mengklaim bahwa keputusannya menangkap Presiden Venezuela didukung banyak pihak.
"Anda tahu banyak orang menentang perang itu. Kita tidak menginginkan Venezuela apa yang anda lakukan apa yang anda lakukan? Setelah kita menang dalam waktu sekitar 48 menit, kira-kira. Mereka berkata, oh itu langkah yang bagus," katanya.
Potret ilustrasi presiden AS Donald Trump
- Istimewa
Trump lantas mengklaim, hal serupa juga terjadi di Iran.
"Orang-orang tidak melihatnya. Kita telah menghancurkan angkatan laut mereka. Kita telah menghancurkan angkatan udara mereka. Kita telah menghancurkan kepemimpinan mereka."
"Kita telah menghancurkan persenjataan anti pesawat mereka. Drone mereka diproduksi dengan kecepatan sekitar 7 persen. Kita telah menghancurkan sebagian besar kemampuan manufaktur drone mereka, kemampuan manufaktur dalam mereka," sambungnya.
Trump juga mengklaim, bahwa Teheran kini tengah berupaya untuk melakukan mediasi lanjutan.
"Saya benar sekarang, mereka berbicara kepada kita tentang membuat kesepakatan. Tapi jika tidak melakukannya ya sudah. Tidak akan ada pembicaraan," ujarnya.
Lebih lanjut Trump kemudian menyinggung pendahulunya, yakni Presiden AS Barack Obama yang dinilai telah keliru menangani Iran.
"Mereka (Teheran) hanya memanfaatkan semua orang, mereka adalah pengganggu di Timur Tengah, dan mereka adalah pengganggu kita. Dan Obama datang dan memberi mereka puluhan miliar dolar," katanya.