PLTN Kebanggaan Iran Dilaporkan Diserang Lagi, Ada Apa Sebenarnya?

Potret ilustrasi Amerika Iran
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Bushehr, kota yang menjadi lokasi salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Iran, dilaporkan menjadi sasaran serangan udara.

img_title Iran Tak Gentar Perang Berkepanjangan, AS Mulai Hitung Persediaan Senjata

Insiden terbaru ini terjadi di tengah memanasnya konflik antara Washington dan Teheran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa serangan udara tersebut terjadi pada Rabu pagi, 14 Juli 2026 waktu setempat. Laporan itu kemudian turut dikutip oleh AFP.

img_title Iran Bertekad untuk Terus Melawan hingga AS-Israel Kalah Total

"Musuh Amerika menyerang tiga lokasi di Bushehr hari ini," kata Gubernur Kota Bushehr Mohammad Mozafari kepada IRNA.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan terhadap kawasan yang menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut.

img_title Di Tengah Perang Iran-AS, Kanada Dapat Sindiran Tak Terduga dari Teheran

Sebelum serangan terjadi, Iran diketahui telah mengaktifkan sistem pertahanan rudal sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan udara dari Amerika Serikat.

Langkah itu dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ultimatum kepada Teheran.

Ia menyatakan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir dan jembatan akan menjadi sasaran pada tahap akhir operasi apabila Iran tidak bersedia kembali ke meja perundingan.

Trump juga menegaskan bahwa militer Amerika Serikat akan terus melancarkan serangan dengan intensitas tinggi hingga dirinya memutuskan operasi tersebut dihentikan.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Washington telah menggelar pembicaraan dengan Iran pada Selasa dan kembali mendesak Teheran agar mencapai kesepakatan.

Bushehr sendiri sebelumnya juga pernah menjadi target serangan besar Amerika Serikat sejak konflik bersenjata antara kedua negara kembali pecah pada 28 Februari.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr merupakan proyek yang dibangun melalui kerja sama Iran dengan Rusia.

Menurut Dr. Bichara Khader, Profesor Emeritus Université Catholique di Prancis yang meneliti isu dunia Arab kontemporer, program nuklir Iran sempat mengalami keterbatasan pendanaan pada awal 1990-an dan tidak memperoleh dukungan dari negara-negara Barat.

"Saat itulah Iran beralih ke Tiongkok, yang mulai sangat membutuhkan minyak dan gas Iran, dan terutama Rusia, yang dengan senang hati mengambil alih peran negara-negara Barat di negara yang sentralitas strategisnya tidak diragukan lagi," kata Bichara dalam laman European Institute of Mediterranean.

Halaman Selanjutnya
img_title