Tanpa Ampun, Pangkalan Militer AS di TimTeng Hancur, Kini Target Rudal Balistik Qadr Iran Langsung ke Amerika Serikat ?

Potret ilustrasi Rudal Balistik
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kian hari kian tak terkendali, bahak banyak pengamat yang memprediksi bahwa konflik kedua negara tersebut sulit untuk berakhir lantaran masing masing mempunyai misi yang berbeda.

img_title Kabar Stok Rudal AS Menipis Bikin Trump Murka, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Bahkan kekinian konflik Amerika Serikat - Iran telah memasuki babak baru.

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC dilaporkan kembali meluncurkan operasi pembalasan besar-besaran ke wilayah musuh. Pasukan elit Republik Islam itu menargetkan platform peluncur rudal Himars milik Angkatan Darat Amerika Serikat di pangkalan militer Kuwait mengutip Al Mayadeen pada Senin, 13 Juli 2026.

img_title Amerika Tak Lagi Punya Harga Diri, Legislator Iran Sebut Trump Cuma Diplomasi Teater

Hal ini diumumkan secara resmi dalam pernyataan melalui sejumlah portal resmi di Teheran.

Dalam laporan tersebut, IRGC menegaskan bahwa dua platform peluncur rudal Himars beserta gudang amunisi AS yang berada di pangkalan tersebut telah dibakar dan hancur total.

img_title Tak Sudi Amerika Desak Iran Berunding, Israel Ancam Serang Teheran Secara Brutal

Dikutip dari kanal YouTube Tribun, serangan ini merupakan fase tambahan dari operasi militer bertahap Teheran guna membalas agresi berulang yang dilakukan oleh militer Washington di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, Angkatan Darat Iran mengonfirmasi adanya gelombang baru serangan drone perusak yang menyasar bunker, gudang pendukung, serta sistem pertahanan udara dan rudal AS di Kuwait.

Adapun serangan ini adalah balasan Teheran atas tindakan Amerika Serikat yang dianggap melanggar prinsip dasar piagam PBB karena terus menggempur infrastruktur sipil dan pusat militer Iran.

Konfrontasi ini semakin membara setelah sistem pertahanan udara patriot dan instalasi radar strategis Amerika Serikat yakni Pangkalan Udara Ali Al Salem (AASAB), dan Ahmed Al Jaber (AAJAB) dilaporkan turut hancur.

Dengan keteguhan hati yang tak tergoyahkan, angkatan bersenjata Republik Islam kembali menegaskan, bahwa mereka tidak akan ragu sedikit pun untuk mengerahkan seluruh kekuatan demi membela kedaulatan negara dari setiap serangan musuh.

Pasukan elit IRGC juga kembali meluncurkan fase kelima dari operasi pembalasan mematikan di kawasan Teluk.

Kali ini wilayah Bahrain dan Oman menjadi target utama dari gempuran udara terencana yang dilancarkan oleh pasukan elit negara tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title