AS Dikejutkan Gelombang Serangan Baru Iran, Kawasan Teluk Siaga Tinggi
- Istimewa
Siap – Gelombang baru aksi saling balas antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim melancarkan serangkaian operasi militer yang menyasar berbagai fasilitas dan aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk sebagai respons atas serangan Washington terhadap Iran.
Mengutip Al Mayadeen pada Senin, 13 Juli 2026, IRGC mengumumkan operasi yang disebut sebagai bagian dari tahapan lanjutan pembalasan terhadap aksi militer Amerika Serikat.
Dalam keterangannya, IRGC menyatakan telah menyerang platform peluncur roket HIMARS milik Angkatan Darat Amerika Serikat yang berada di pangkalan militer Kuwait.
Laporan tersebut menyebut dua unit peluncur HIMARS beserta gudang amunisi di pangkalan itu berhasil dihancurkan dan terbakar akibat serangan yang dilakukan pasukan Iran.
Dikutip dari kanal YouTube Tribun, operasi tersebut merupakan kelanjutan dari strategi militer bertahap Teheran untuk membalas serangan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, Angkatan Darat Iran juga mengonfirmasi peluncuran gelombang baru drone tempur yang diarahkan ke bunker, fasilitas pendukung, serta sistem pertahanan udara dan rudal milik Amerika Serikat di Kuwait.
Menurut Teheran, operasi tersebut merupakan respons atas tindakan Washington yang dinilai melanggar prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui serangan terhadap infrastruktur sipil dan instalasi militer Iran.
Ketegangan semakin meningkat setelah sistem pertahanan udara Patriot serta fasilitas radar strategis Amerika Serikat di Pangkalan Udara Ali Al Salem (AASAB) dan Ahmed Al Jaber (AAJAB) diklaim turut menjadi sasaran hingga mengalami kerusakan.
Iran kembali menegaskan angkatan bersenjatanya siap mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk mempertahankan kedaulatan negara dari setiap ancaman.
Pada saat yang sama, IRGC mengumumkan dimulainya fase kelima operasi balasan mereka di kawasan Teluk.
Dalam tahap tersebut, Bahrain dan Oman disebut menjadi sasaran utama serangan yang dilakukan melalui kombinasi rudal balistik dan pesawat nirawak.
IRGC mengklaim pasukan angkatan lautnya berhasil menghantam instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Al Jufri, Bahrain.
Serangan itu disebut memicu kebakaran besar yang hingga beberapa waktu kemudian masih berlangsung di area fasilitas militer tersebut.