Selat Hormuz Jadi Arena Baku Hantam AS vs Iran, Keduanya Saling Klaim Kemenangan, Pelabuhan UEA Terbakar?

Potret ilustrasi serangan Rudal
Sumber :
  • Istimewa

SiapSelat Hormuz kian membara dan menjadi arena baku hantam antara Amerika Serikat dan Iran, alhasil, kedua negara itu saling serang dengan menggunakan rudal dan drone.

Hari ke-79 Perang dengan Amerika, Iran Siapkan Rencana Baru di Selat Hormuz, Begini Aturan Mainnya

Akibat dari aksi saling serang Amerika Serikat dan Iran, Rudal dan drone menghantam kapal hingga pelabuhan minyak UEA.

Sontak hal tersebut membuat situasi di kawasan Timur Tengah makin memanas.

Timur Tengah Siaga Satu, Trump Ancam Serang Iran: Tidak Akan Ada yang Tersisa dari Mereka

Keduanya dilaporkan saling melancarkan serangan baru pada hari Senin (4/5) dan membuat blokade dari kedua pihak makin memanas sementara gencatan senjata terancam berakhir.

Aksi baku hantam antara Amerika Serikat dan Iran itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump nekat membuka jalur bagi kapal yang terjebak di Selat Hormuz.

Presiden Iran: Negara Islam Jangan Mau Diadu Domba AS-Israel

Sejumlah kapal dagang melaporkan adanya ledakan dan kebakaran, disisi lain AS mengklaim telah menghancurkan enam kapal militer Iran.

Tak hanya itu, sebuah pelabuhan minyak di UEA juga terbakar diduga akibat serangan rudal dari kedua belah pihak.

Usut punya usut, ternyata Pelabuhan tersebut berada di dekat pangkalan militer AS sehingga meningkatkan resiko eskalasi konflik.

Tak hanya UEA, negara negara tetangga yang menampung pasukan AS pun ikut terancam sehingga membuat situasi kawasan makin tak menentu.

Perusahaan pelayaran memilih menunggu kondisi aman dan enggan mengambil risiko untuk melintas.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menilai tidak ada solusi militer dalam krisis ini dan memperingatkan AS serta UEA agar tidak terjebak konflik berkepanjangan.

Ia juga menyebut bahwa “Project Freedom adalah kebuntuan”.

Di sisi lain, militer AS mengklaim dua kapal dagang berhasil melintas dengan pengawalan armada Angkatan Laut AS.

Namun, Iran membantah klaim tersebut. Perusahaan pelayaran menyebut hanya satu kapal yang berhasil keluar dengan pengawalan militer.

Komandan AS juga mengeluarkan peringatan agar pasukan Iran menjauh dari armada mereka.

Iran kemudian merilis peta wilayah laut terbaru dan mengklaim area kendali mereka semakin luas, bahkan melewati Selat Hormuz hingga mencakup sebagian garis pantai Uni Emirat Arab.

Insiden juga dialami kapal asal Korea Selatan yang mengalami ledakan di ruang mesin.

Halaman Selanjutnya
img_title