Di Ambang Pintu Perang Dunia III: AS-Israel Bakal Hadapi Poros Baru Iran-China-Rusia
- Siap.viva/Alerta Mundial
Siap – Peta kekuatan global mulai bergeser. Dominasi Amerika Serikat (AS) dan Israel di Timur Tengah mulai lemah.
Dampak perang Iran membawa dampak besar bagi kawasan Teluk.
Apalagi setelah China secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap hak Republik Islam untuk membela diri dari ancaman asing.
Pernyataan bersama Iran-China itu langsung memicu spekulasi besar.
Banyak pengamat meyakini ini adalah awal mula munculnya poros baru global.
Poros ini bahkan dapat melenyapkan kekuatan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.
Situasi semakin panas.
Rusia juga disebut akan segera mengeluarkan pernyataan resmi mendukung Republik Islam.
Kabar ini beredar setelah Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyelesaikan kunjungannya ke Beijing.
Perkembangan ini muncul di tengah perang yang terus meluas.
Konflik dimulai sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap sejumlah target strategis Iran pada akhir Februari 2026.
Kini, dunia menyaksikan perubahan besar.
China dan Rusia, dua kekuatan adidaya, mulai menunjukkan sikap yang lebih tegas dalam mendukung Teheran.
China Tegaskan Dukungan Penuh: Poros Baru Mulai Terbentuk
China menegaskan bahwa mereka akan mendukung penuh Republik Islam dalam mempertahankan kedaulatan dan hak membela diri dari kekuatan asing mana pun.
Pernyataan itu tertuang dalam komunikasi diplomatik tingkat tinggi antara Beijing dan Teheran.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga meminta agar serangan terhadap Iran segera dihentikan.
Tujuannya jelas untuk mencegah kawasan Timur Tengah jatuh ke dalam konflik yang lebih luas.
Langkah China ini bukan sekadar simbol diplomatik biasa.
Beijing memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas energi global.
Terutama terkait jalur distribusi minyak dari Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati kawasan tersebut setiap hari.
Jika konflik semakin membesar dan Teheran benar-benar menutup Selat Hormuz, dampaknya bisa menghantam ekonomi global secara langsung.
China menjadi salah satu negara yang paling berkepentingan menjaga akses energi dari Republik Islam.
Data menunjukkan bahwa sekitar 13-14 persen impor minyak Beijing berasal dari Teheran.
Sebelumnya, Beijing juga menolak tekanan Washington terkait pembelian minyak Teheran.