Iran-China Kompak Hadapi Tekanan, Kode Siap Perang Lawan AS-Israel?
- Kolase Siap.viva
Siap – China mulai menunjukkan sikap lebih terbuka terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataan bersama, Beijing menegaskan dukungannya terhadap hak Teheran untuk membela diri dari ancaman kekuatan asing mana pun.
Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian internasional karena muncul saat konflik di Timur Tengah terus berkembang dan mendekati titik paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak pengamat menilai langkah China menjadi sinyal penting perubahan peta kekuatan global di tengah perang Republik Islam melawan tekanan Amerika Serikat dan Israel.
“China akan sepenuhnya mendukung Iran atas hak mereka untuk membela diri terhadap kekuatan asing mana pun,” demikian isi pernyataan bersama Iran-China yang beredar luas di media internasional.
Pernyataan itu muncul setelah meningkatnya kontak diplomatik antara Teheran dan Beijing dalam beberapa hari terakhir.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dilaporkan melakukan pembicaraan penting dengan pejabat tinggi China terkait situasi keamanan kawasan.
Menurut sejumlah laporan media Timur Tengah, Rusia juga diperkirakan segera mengeluarkan pernyataan dukungan terhadap Republik Islam setelah Araghchi kembali dari China.
“Persamaan sedang berubah begitu cepat. Rusia seharusnya mengeluarkan pernyataan yang mendukung Iran segera setelah Araghchi kembali dari China besok,” tulis laporan yang beredar di sejumlah media regional.
Jika dukungan Rusia benar-benar diumumkan, maka posisi Teheran dinilai akan semakin kuat menghadapi tekanan Washington dan Tel Aviv.
Situasi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana konflik Timur Tengah kini berkembang menjadi persaingan geopolitik global.
Dalam beberapa bulan terakhir, China memang semakin aktif menunjukkan kedekatan dengan Republik Islam.
Selain kerja sama energi dan perdagangan, kedua negara juga memperkuat koordinasi diplomatik terkait keamanan kawasan.
China diketahui menjadi salah satu pembeli utama minyak Iran meski Amerika Serikat terus menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Teheran.
Bahkan sebelumnya Beijing secara terbuka menolak tekanan Washington terkait pembelian minyak Teheran.
“Kami tidak takut pada ancaman apa pun. Anda bisa memberlakukan tarif 100 persen atau bahkan tarif 200 persen terhadap kami, tetapi kami akan terus membeli minyak dari Republik Islam,” demikian sikap China yang sebelumnya dilaporkan media internasional.