Iran Pasang Batas bagi Kapal Perang AS, Blokade Selat Hormuz Berlanjut
- Gemini AI
Siap – Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Ali Abdollahi menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan kapal militer Amerika Serikat (AS) kembali memasuki kawasan Teluk Persia.
Pernyataan itu disampaikan Abdollahi di tengah ketegangan antara Iran dan Washington, termasuk terkait pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz.
Melansir IRNA, Minggu (25/10/2026), Abdollahi menegaskan sikap Iran terhadap keberadaan kapal militer AS di kawasan tersebut.
“Dalam keadaan apa pun dan kapan pun, kami tidak akan mengizinkan kapal militer AS memasuki Teluk Persia,” papar Abdollahi.
Ia juga mengklaim Iran telah membuat Angkatan Laut AS tidak lagi efektif, meskipun selama ini kekuatan militer tersebut kerap digambarkan sebagai simbol kekuatan Amerika Serikat.
Abdollahi turut menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim telah menghancurkan fasilitas nuklir Iran.
Ia mempertanyakan alasan Washington terus mengulang klaim tersebut jika seluruh fasilitas yang dimaksud memang telah dihancurkan.
“Jika kalian [AS] telah menghancurkan segalanya, lalu apa gunanya mengulangi omong kosong ini?” ucapnya.
Abdollahi kemudian mempertanyakan mengapa kapal perang AS belum kembali mendekati Selat Hormuz maupun perbatasan maritim dan darat Iran apabila Washington meyakini kemampuan militer Teheran telah dilenyapkan.
Menurut Abdollahi, strategi Iran berfokus pada upaya memastikan bahwa konfrontasi berkepanjangan akan semakin melemahkan pihak-pihak yang dianggap sebagai musuhnya.
Di sisi lain, ketegangan kedua negara juga berkaitan dengan situasi di Selat Hormuz, salah satu jalur penting bagi pasokan energi dunia.
Iran telah membatasi lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut, sementara Amerika Serikat memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan dan kapal Iran.
Iran mewajibkan kapal-kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz untuk meminta izin terlebih dahulu.
Teheran juga disebut berulang kali menargetkan kapal-kapal yang mencoba melewati jalur tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kapal tanker yang berusaha melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang disebut ilegal dilaporkan terkena ranjau.
Situasi tersebut menambah ketegangan di kawasan, seiring sikap Iran yang menolak kehadiran kapal militer AS di Teluk Persia dan langkah balasan Washington terhadap aktivitas pelayaran Iran.