Tolak Gencatan Senjata, Iran Ancang-ancang Serang Amerika Besar-besaran
- Istimewa
Siap – Republik Islam Iran menegaskan, bahwa mereka menolak gencatan senjata yang diumumkan secara sepihak oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Terkait hal itu, Iran juga memperingatkan kemungkinan adanya respon militer.
Disitat dari kanal YouTube Kompas, melalui platform X, penasihat Ketua Parlemen Iran Mahdi Mohammadi menegaskan, perpanjangan senjata-senjata dari pihak Trump tidak punya makna apapun.
Mahdi menilai langkah tersebut sebagai taktik untuk mengulur waktu dan membuka peluang serangan mendadak.
Di tengah meningkatnya ketegangan, tim negosiasi Iran juga menyampaikan sikap final dengan menolak keikutsertaan dalam perundingan perdamaian kedua yang dijadwalkan pada Rabu, 22 April 2026 di Islamabad, Pakistan.
Salah satu alasan utama penolakan adalah tuntutan Amerika Serikat yang dinilai melampaui kerangka kesepakatan awal termasuk terkait program nuklir Iran dan pembukaan Selat Hormuz.
Ridal balistik jarak jauh Iran bikin Amerika Israel panik
- Istimewa
Tokoh Iran Alhaki menyebut tuntutan tersebut tidak realistis dan tidak memiliki dasar yang logis.
Teheran menilai negosiasi saat ini hanya akan menjadi pemborosan waktu dan tidak memberikan prospek kesepakatan.
Ancam Serangan Besar
Di tengah ketidakpastian perundingan putaran kedua, militer Republik Islam melayangkan pernyataan sikap siap perang jika tidak ada titik terang dan genjatan senjata berakhir.
Garda Revolusi Islam atau IRGC pun mengancam akan melancarkan serangan ke target Amerika Serikat dan Israel dengan kekuatan maksimal.
Serangan besar itu bakal diluncurkan jika kedua negara tersebut kembali menyerang Teheran.
Rudal Iran siap hadapi Amerika Serikat dan Israel
- Istimewa
Peringatan keras ini disampaikan Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, yang dilaporkan media televisi IRIB pada Rabu, 22 April 2026.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan, bahwa IRGC akan memberikan balasan yang lebih keras dibandingkan sebelumnya kepada Amerika Serikat dan Israel.
Pihak Iran juga menyampaikan kecaman keras terhadap kedua negara tersebut yang disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas korban sipil anak-anak
"Menyikapi ancaman berulang yang dilontarkan oleh Presiden AS dan para panglima agresor serta teroris negara tersebut, dengan menekankan kesiapan penuh, memperingatkan apabila terjadi agresi atau tindakan apa pun terhadap Islam maka angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera menyerang sarana-sarana yang ditentukan dengan kekuatan penuh," katanya.