Niat Nikah Sederhana di KUA, 5 Pasang Pengantin Ini Kaget Saksinya Gubernur dan Walikota Depok
- Istimewa
Siap – Sebanyak lima pasangan antusias mengikuti program nikah sederhana yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kegiatan itu berlangsung meriah di Kantor Urusan Agama (KUA) Bojongsari, Kota Depok pada Selasa, 21 April 2026.
Momen ini kian terasa spesial bagi para pengantin lantaran disaksikan langsung oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan Wali Kota Depok, Supian Suri.
Tak hanya itu, sosok yang akrab disapa KDM ini bahkan menghadiahi lima pasangan tersebut masing-masing berupa tabungan senilai Rp5 juta.
Uang tersebut diharapkan dapat menambah modal untuk untuk membeli rumah atau renovasi bagi pasangan yang sudah memiliki rumah.
Selain uang tunai, Dedi Mulyadi juga memberikan bantuan berupa kulkas dan mesin cuci, serta menginap gratis di salah satu hotel di Kota Depok.
“Keren, dalam 10 menit, menikahkan lima pasangan. Persiapan, hotel-hotelnya siapin. Pulangnya langsung ke hotel, hotel yang deket yang paling bagus. Langsung kita anterin naik mobil,” ucap KDM disambut riuh sejumlah warga yang hadir.
"Dirut BJB memberikan hadiah dalam bentuk tabungan untuk nanti DP rumah. Satu keluarga diberikan tabungan sebesar Rp5 juta. Kemudian memberikan kulkas, dikasih mesin cuci sama PDAM. Jadi uangnya gabisa diambil, kecuali nanti akan untuk digunakan DP rumah. Kalau yang sudah punya rumah, bisa untuk renovasi rumah,” sambungnya.
Belum selesai sampai di situ, Dedi juga menginstruksikan wali kota agar pasangan yang rumahnya tidak layak dapat diikutsertakan dalam program perbaikan rumah.
“Yang rumahnya jelek, dimasukin ke program rehab rumah. Berarti dapat 20 juta, dari kementrian PKP/PUPR. Ini abis nikah bukan punya hutang, malah punya tabungan,” tuturnya.
Wali Kota Depok Supian Suri, menyambut baik program nikah sederhana tersebut dan menilai kegiatan ini memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Program ini sangat baik karena tidak hanya mempermudah proses pernikahan, tetapi juga memberikan bekal awal bagi pasangan untuk membangun kehidupan rumah tangga,” katanya.
Ia mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi warga yang ingin meresmikan ikatan pernikahan mereka secara legal namun memiliki keterbatasan biaya.