Merinding! Rakyat Iran Bentuk Rantai Manusia Hadapi Ancaman "Neraka" Trump
- Siap.viva/West Asia News Agency/Reuters
Siap – Pemandangan langka dan mengharukan terjadi di sejumlah kota di Iran pada Selasa, 7 April 2026.
Ratusan ribu warga berkumpul, bergandengan tangan membentuk rantai manusia di atas jembatan-jembatan strategis.
Mereka bukan sedang berdemonstrasi. Mereka sedang bersiap menjadi perisai hidup.
Tindakan nekat ini muncul sebagai respons atas ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Trump sebelumnya berjanji akan menghancurkan setiap jembatan dan membakar setiap pembangkit listrik di Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz.
Dalam sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat kerumunan warga berkumpul di Jembatan Putih di Ahvaz, sebuah ikon kota yang indah.
Kelompok lain juga terlihat di jembatan bersejarah di Dezful, berpegangan tangan membentang dari satu sisi ke sisi lain.
Mereka tampak tenang, membawa bendera Iran, dan sesekali meneriakkan yel-yel patriotik. Langit di atas mereka gelap, namun semangat mereka menyala.
"Ini adalah bentuk perlawanan paling damai sekaligus paling berani yang pernah saya lihat," komentar seorang pengguna media sosial yang membagikan video tersebut.
Seruan Kementerian Pemuda: Atlet, Seniman, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Rantai Manusia Iran Hadapi Ancaman Trump
- Siap.viva/West Asia News Agency/Reuters
Aksi heroik ini bukan terjadi secara spontan tanpa koordinasi.
Pemerintah Iran, melalui Kementerian Olahraga dan Pemuda, secara resmi menyerukan kepada kaum muda untuk menjadi perisai rantai manusia di sekitar infrastruktur vital.
Wakil Menteri Urusan Pemuda Iran, Alireza Rahimi, menjelaskan dalam sebuah pesan video bahwa ide ini justru datang dari para pemuda itu sendiri.
"Aksi ini (perisai rantai manusia) dibentuk atas saran dari kaum muda itu sendiri," kata Rahimi.
"Sejumlah pemuda universitas, seniman muda, dan organisasi pemuda mengusulkan agar kita membentuk lingkaran manusia atau rantai manusia di sekitar pembangkit listrik negara," ujarnya.
Seruan tersebut menggerakkan ratusan ribu orang.
Kaum muda, termasuk atlet, seniman, dan mahasiswa, diminta berkumpul di sekitar lokasi pembangkit listrik mulai pukul 14.00 waktu setempat pada hari Selasa (7/4).
"Kami berharap dengan partisipasi kaum muda di seluruh negeri, rantai manusia ini akan terbentuk di sekitar pembangkit listrik, dan itu akan menjadi tanda komitmen kaum muda untuk melindungi infrastruktur negara dan membangun masa depan yang cerah," sambung dia.