Merinding, Kaum Muda Iran Jadi "Perisai Hidup"  Cegah Serangan Amerika Serikat?

Potret Ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Bikin Merinding, jelang tengat waktu dari ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan melancarkan serangan besar, Pemerintah Iran meminta warga berkumpul untuk membentuk rantai manusia sebagai perisai di sejumlah jambatan guna mencegah serangan.

Diisukan Kritis Hingga Tak Sadarkan Diri, Mojtaba Khamenei Akhirnya, Ini Pernyataan yang Bikin Merinding?

Dalam sebuah rekaman video yang beredar luas, terlihat kerumunan warga berkumpul di jembatan putih di Ahvaz serta di jambatan bersejarah di Dezful.

Donald Trump sebelumnya telah mengancam akan melakukan pengeboman pembakit listrik dan Infrastruktur lain di Iran pada Selasa waktu Amerika dan Rabu waktu Indonesia jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz.

Netanyahu vs Dunia: PM Israel Tegaskan Lanjut Perang, Iran Siapkan Respons Militer Besar-besaran

Merespon hal tersebut, pemerintah Iran menyerukan para kaum muda untuk menjadi perisai rantai manusia disekitar pembangkit listrik. Seruan tersebut disampaikan Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran.

Menurut Kementerian tersebut, kaum muda, termasuk atlet, seniman, dan mahasiswa, dapat berkumpul di sekitar lokasi pembangkit listrik mulai pukul 14.00 waktu setempat pada hari Selasa (7/4).

UPDATE IRAN: Hingga 24.000 Tentara Israel Diduga Alami Cedera Otak Traumatis

Pada saat  itu sekitar 13 jam sebelum tenggat waktu Trump untuk pembukaan kembali Selat Hormuz, yang berakhir pada pukul 03.30 waktu setempat pada hari Rabu.

"Aksi ini (perisai rantai manusia) dibentuk atas saran dari kaum muda itu sendiri," kata Wakil Menteri Urusan Pemuda Iran Alireza Rahimi dalam sebuah pesan video."

"Sejumlah pemuda universitas, seniman muda, dan organisasi pemuda mengusulkan agar kita membentuk lingkaran manusia atau rantai manusia di sekitar pembangkit listrik negara," ujarnya.

"Kami berharap dengan partisipasi kaum muda di seluruh negeri, rantai manusia ini akan terbentuk di sekitar pembangkit listrik, dan itu akan menjadi tanda komitmen kaum muda untuk melindungi infrastruktur negara dan membangun masa depan yang cerah," sambung dia.

Donald Trump sebelumnya telah mengeluarkan ultimatum kepada Iran sebelumnya, dan kemudian diperpanjang.

Tetapi kali ini dia lebih eksplisit tentang rencana untuk menindaklanjutinya.

"Setiap jembatan di Iran akan hancur pada pukul 24.00 malam besok," katanya.

"Dan semua pembangkit listrik akan terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi." Ditanya apakah dia khawatir tentang tuduhan kejahatan perang jika ancaman itu dijalankan, Trump menjawab, "Tidak, sama sekali tidak."

Halaman Selanjutnya
img_title