Gencatan Senjata, Iran Ajukan 10 Syarat, Trump: Itu Dasar Untuk Bernegosiasi
- Tangkapan layar YouTube Kompas
Siap –Amerika Serikat akhirnya resmi menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat adanya pembukaan Selat Hormuz.
Setalah pengumuman penangguhan. Serangan itu disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, AS juga telah menerima proposal dari Iran soal kesepakatan damai.
"Alasan melakukan hal ini adalah karena kita telah memenuhi dan bahkan melampaui semua tujuan militer serta sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran dan perdamaian di Timur Tengah," dikutip dari pernyataan Trump yang diunggah di akun X Gedung Putih Rabu (8/4).
"Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan Percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi," tambah unggahan tersebut.
Menurut Trump, poin-poin perselisihan di masa lalu telah disepakati AS dan Iran, Ia yakin kesepakatan penuh bakal rampung dalam dua minggu.
"Atas nama Amerika Serikat dan juga sebagai Presiden juga mewakili negara negara di Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan untuk melihat masalah jangka panjang ini mendekati penyelesaian," kata Trump.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelumnya mendesak agar Trump memperpanjang Tengah waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz selama dua minggu.
"Memungkinkan diplomasi berjalan sesuai jalurnya,"
Upaya diplomatik untuk penyelesaian damai perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah berjalan dengan mantap, kuat, dan efektif, dengan potensi menghasilkan hasil substantif dalam waktu dekat.
"Untuk memungkinkan diplomasi berjalan sesuai jalurnya, saya dengan sungguh-sungguh meminta Presiden Trump untuk memperpanjang tenggat waktu selama dua minggu,” tulis Sharif melalui media sosial X.
"Pakistan, dengan tulus, meminta rekan-rekan Iran untuk membuka Selat Hormuz selama dua minggu sebagai isyarat niat baik,” tambahnya.
Sharif juga mendesak semua pihak yang bertikai untuk mematuhi gencatan senjata di seluruh wilayah selama dua minggu untuk memungkinkan diplomasi mencapai penyelesaian akhir perang, demi kepentingan perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut.
Hal ini terjadi beberapa jam sebelum berakhirnya tenggat waktu yang ditetapkan Trump bahwa seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali, pernyataan yang memicu spekulasi menjelang tenggat waktu pukul 8.00 malam Waktu Timur untuk untuk Iran.