Gertak Sambel Trump Terbukti, Serangan ke Iran Gak Jadi!
- Istimewa
Siap – Dunia sempat menahan napas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengeluarkan ancaman paling ekstremnya: "Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali."
Ancaman itu dilontarkan Trump pada Selasa, 7 April 2026 waktu setempat, hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan sendiri berakhir pada pukul 20.00 Eastern Time.
Trump sebelumnya memberi ultimatum keras kepada Iran.
Ia menuntut pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman.
Jika tidak, ia mengancam akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran hanya dalam waktu empat jam.
"Kami memiliki rencana di mana setiap jembatan di Iran akan hancur pada tengah malam besok, di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi - terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi," ancam Trump dalam konferensi pers dikutip NewsWatch.
Namun, tepat ketika dunia bersiap mendengar kabar buruk, Trump berubah arah.
Pakistan Menyelamatkan Dunia dari Kehancuran
Sebagaimana laporan Pakistan Today, hanya kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu, Presiden Trump mengumumkan di platform Truth Social bahwa ia membatalkan serangan yang telah direncanakannya.
Apa yang membuat Trump mundur? Jawabannya: Pakistan.
"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Republik Islam selama dua minggu," tulis Trump, mengutip percakapannya dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dan Kepala Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir.
Namun, penundaan ini tidak diberikan secara cuma-cuma.
Trump menegaskan bahwa gencatan senjata bersyarat pada kesediaan Teheran untuk membuka Selat Hormuz.
"Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah," tambahnya .
Perdana Menteri Shehbaz Sharif ternyata memainkan peran penting sebagai mediator.
Melalui media sosial X, ia dengan hormat meminta Trump untuk memperpanjang tenggat waktu.
"Untuk memungkinkan diplomasi berjalan sesuai jalurnya, saya dengan sungguh-sungguh meminta Presiden Trump untuk memperpanjang tenggat waktu selama dua minggu," tulis Sharif.
Sharif juga meminta Teheran untuk membuka Selat Hormuz sebagai isyarat niat baik selama periode yang sama.
Ia mendesak semua pihak yang bertikai untuk mematuhi gencatan senjata di seluruh wilayah selama dua minggu .