Lagi, "Biang Kerok" Zionis Israel Berulah Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata, Tuding Iran Luncurkan Rudal?

Potret Ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Militer Zionis Israel lagi lagi membuat ulah dengan menuding Iran telah meluncurkan rudal ke negaranya usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu.

Diisukan Kritis Hingga Tak Sadarkan Diri, Mojtaba Khamenei Akhirnya, Ini Pernyataan yang Bikin Merinding?

Disitat dari laporan Al Jazeera dan AFP Rabu (8/3) Israel mengklaim Iran telah meluncurkan rudal kearahnya dan mereka tengah mencegat rudal tersebut dengan sistem pertahanannya.

"Tentara Israel telah mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahan sedang beroperasi untuk ancaman tersebut," kata militer Israel di saluran Telegram resminya.

Netanyahu vs Dunia: PM Israel Tegaskan Lanjut Perang, Iran Siapkan Respons Militer Besar-besaran

Menurut laporan koresponden AFP, ledakan terdengar dari Yerusalem dan Yerikho di tepi barat yang diduduki.

Militer Israel memberitahu warga di daerah yang terdampak untuk mencari tempat perlindungan bom. Peringatan serupa dari militer menyusul peringatan pertama dalam waktu satu jam.

UPDATE IRAN: Hingga 24.000 Tentara Israel Diduga Alami Cedera Otak Traumatis

Gencatan Senjata Selama 2 Minggu

Amerika Serikat akhirnya resmi menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat adanya pembukaan Selat Hormuz.

Setelah pengumuman penangguhan. Serangan itu disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, AS juga telah menerima proposal dari Iran soal kesepakatan damai.

"Alasan melakukan hal ini adalah karena kita telah memenuhi dan bahkan melampaui semua tujuan militer serta sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran dan perdamaian di Timur Tengah," dikutip dari pernyataan Trump yang diunggah di akun X Gedung Putih Rabu (8/4).

"Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan Percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi," tambah unggahan tersebut.

Menurut Trump, poin-poin perselisihan di masa lalu telah disepakati AS dan Iran, Ia yakin kesepakatan penuh bakal rampung dalam dua minggu.

"Atas nama Amerika Serikat dan juga sebagai Presiden juga mewakili negara negara di Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan untuk melihat masalah jangka panjang ini mendekati penyelesaian," kata Trump.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelumnya mendesak agar Trump memperpanjang Tengah waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz selama dua minggu.

Halaman Selanjutnya
img_title