Melongok Panen Raya Lapas Surabaya, Bukti Nyata APH Bimbing Napi Dukung Program Presiden

Kepala Lapas Surabaya Sohibur Rachman saat panen sayuran
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Sejumlah petugas bersama warga binaan Lapas Kelas I Surabaya atau Lapas Surabaya membuktikan keseriusannya dalam mendukung program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

img_title Jelang HUT ke-81 RI, Lapas Surabaya Buka Layanan Cek Kesehatan Gratis: Warga Auto Merapat

Terkait hal itu, baru-baru ini petugas dan sejumlah warga binaan ikut memanen sayuran hidroponik dan hasil budidaya ikan lele di area Lapas Surabaya. 

Adapun kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bidang Kegiatan Kerja atau Giatja.

img_title Tinjau Kawasan Ketahanan Pangan, Wali Kota Depok Imbau Warga Maksimalkan Lahan

Kepala Lapas Surabaya, Sohibur Rachman mengatakan, sayuran yang dipanen meliputi sawi, bayam, dan kangkung.

"Ketiganya ditanam menggunakan metode hidroponik yang sudah dikembangkan di dalam area Lapas Surabaya," katanya dikutip pada Kamis, 17 Juli 2025.

img_title Kesigapan Petugas Lapas Surabaya Lagi-lagi Bikin Penyelundup Narkoba Tak Berkutik, Begini Modusnya

"Selain itu, kolam budidaya ikan lele yang dikelola warga binaan juga menunjukan hasil panen yang cukup menggembirakan," sambung Sohibur Rachman.

Ia menjelaskan, bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya pembinaan yang dilakukan aprat penegak hukum (APH) Lapas Surabaya agar para napi atau warga binaan memiliki keterampilan. 

Sehingga, kemampuan tersebut dapat bermanfaat setelah mereka bebas nanti.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan program Asta Cita Presiden serta 13 program akselerasi dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam aspek pembinaan kemandirian. 

"Ya tentu harapannya warga binaan bisa lebih siap kembali ke masyarakat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama," tutur Sohibur Rachman.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan, program hidroponik dan budidaya lele ini telah berjalan selama beberapa bulan terakhir. 

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program unggulan Lapas Surabaya. 

Selain memberi bekal keterampilan, program ini menjadi sarana pembelajaran yang positif bagi warga binaan.

"Dengan kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan juga bisa produktif," tuturnya.