2 Bulan Tak Digaji, Ratusan Pegawai Hotel Bumi Wiyata Depok Mogok Kerja
- siap.viva.co.id
Siap – Ratusan pegawai Hotel Bumi Wiyata atau BW di Kota Depok, Jawa Barat menggelar aksi mogok kerja. Mereka kesal lantaran tak menerima upah selama lebih dari dua bulan.
Tak hanya melakukan aksi mogok kerja, sejumlah pegawai yang tergabung dalam serikat pekerja FSB Kamiparho Hotel Bumi Wiyata Depok juga mengancam akan menggelar demo besar-besaran.
Dalam aksi tersebut, sejumlah pegawai juga menuntut tunjangan hari raya (THR) yang tak kunjung cair sejak momen Ramadhan lalu.
"Untuk (gaji) bulan Maret, April dan THR itu belum. Karena sudah dua kali pertemuan itu, bipartit (perundingan) itu tidak ada kesepakatan," kata Ketua FSB Kamiparho Hotel Bumi Wiyata Depok, Muhammad Soleh pada Senin, 5 Mei 2025.
Soleh dan pegawai lainnya menduga, hal ini ada kaitannya dengan efisiensi anggaran pemerintah dan tunggakan Pajak Bumi Bangunan (PBB) Hotel BW.
"Memang yang kita akui adalah dampak dari efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Terus dampak dari tunggakan pajak PBB," tuturnya.
Menurut Soleh, sejak kebijakan efisiensi diterapkan, hal itu cukup berdampak pada pendapatan hotel.
"Jadi ya berdampak kepada revenue kita," ujarnya.
Soleh menegaskan, sebelum melakukan aksi mogok kerja ini, pihaknya juga telah berupaya keras membuka ruang dialog dengan pihak manajemen.
Namun sayangnya, hingga kini belum ada titik terang.
Jika tuntutan ini tak digubris, Soleh mengancam pihaknya bakal melakukan aksi unjuk rasa selama lima hari.
"Kita mengantisipasi apabila nanti mungkin ya mudah-mudahan dalam 2 hari itu bisa terselesaikan lah. Apabila itu sudah selesai berarti unjuk rasa itu kita batalkan," ucapnya.
"Tapi apabila tidak terselesaikan, maka ya unjuk rasa itu akan terus kita lakukan sampai tuntutan kita terpenuhi," sambungnya.
Selain itu, Soleh juga menyayangkan sikap Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Depok yang terkesan tutup mata dengan kejadian ini.
"Ini kan Disnaker seharusnya turun gitu, tapi memang tidak ada respon atau tindakan dari dinas juga. Tidak ada respon sama sekali," keluhnya.
Lebih lanjut Soleh mengungkapkan, jumlah pegawai yang terdampak ada sekira 180-an orang.