Terungkap, Ini Kata Kepala BMKG Usia Garut Diguncang Gempa M 6,2

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi dalam rentang waktu tertentu tersebut memunculkan kekhawatiran akan potensi intensitas hujan yang dapat berdampak signifikan, terutama di wilayah pegunungan seperti Garut dan Cianjur.

Cuaca Ekstrem Melanda Indonesia, BMKG Waspadai Dampak Besar di Pertengahan Ramadan

"Kekhawatiran tersebut disebabkan oleh kondisi lereng yang rapuh dan rentan terhadap pergerakan tanah akibat diisi oleh air hujan. Akibat gempa, pori-pori tanah yang longgar dapat menjadi persoalan," katanya.

Dwikorita juga menyoroti bahaya potensial dari longsor yang dapat terjadi di wilayah pegunungan.

BMKG Prediksi Cuaca Lebaran 2025: Hujan Singkat Masih Warnai, Siapkan Diri

Timbunan longsor yang terbentuk dapat mengisi alur lembah sungai, menjadi bendungan alami yang menahan laju air hujan.

Namun, jika hujan terus-menerus, hal ini dapat menyebabkan bendungan tersebut roboh atau jebol, mengakibatkan terjadinya banjir dan berpotensi merusak pemukiman serta infrastruktur.

BMKG Peringatkan Puncak Cuaca Ekstrem di RI, Waspada hingga 11 Maret!

"Kondisi ini pernah terjadi di masa lalu, seperti di Garut dan Banten, sehingga perlunya kewaspadaan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap kondisi tanah di wilayah-wilayah rawan longsor dan banjir," terangnya.

"Yang dikhawatirkan nanti saat masuk musim hujan berikutnya, itu mulai Oktober, November, Desember, dan puncaknya biasanya Desember atau Januari, ini seakan-akan tabungan untuk bencana di musim hujan berikutnya. Tadi sudah disampaikan akan dikoordinasikan, misalnya dengan PUPR, agar bisa melakukan pengecekan ke atas, ke hulu sungai agar dibersihkan," sambungnya.