Geger, Sistem Pertahanan Canggih AS Dijebol Iran?
- Istimewa
Siap –Sistem pertahanan udara tercanggih di dunia milik Amerika Serikat (AS) mendadak jadi sorotan lantaran disebut tak mampu mengantisipasi serangan Iran.
Pangkalan militer AS di Kuwait disebut memiliki celah dalam sistem pertahannya setelah jet tempur F-5 milik Iran yang telah berusia puluhan tahun dilaporkan mampu mendekati wilayah tersebut.
Padahal, AS memiliki pertahanan udara berlapis yang dilengkapi radar, rudal Patriot, pesawat peringatan dini, hingga berbagai sensor untuk mendeteksi ancaman dari udara.
Namun, insiden ini membuktikan bahwa kecanggihan teknologi tak selalu menjamin keamanan mutlak dari taktik tempur yang tidak biasa.
Jika laporan tersebut terkonfirmasi, kemampuan F-5 Iran mendekati pangkalan AS menunjukkan bahwa teknologi pertahanan modern tidak selalu mampu menutup seluruh celah.
Jet tempur yang dikembangkan sejak era 1960-an itu memanfaatkan penerbangan sangat rendah sehingga menyulitkan sistem radar mendeteksinya lebih awal.
Amerika Serikat diketahui memiliki sistem pertahanan udara berlapis untuk melindungi pangkalan militer dan personelnya di kawasan Kuwait.
Jaringan pertahanan tersebut mencakup radar, sistem rudal Patriot, pesawat peringatan dini, serta berbagai sensor yang dirancang untuk mendeteksi dan memantau ancaman dari udara.
Namun, banyaknya perangkat canggih tidak otomatis membuat sebuah pangkalan terbebas dari celah pertahanan.
Sistem pertahanan berlapis membutuhkan koordinasi cepat antara radar, pusat komando, pesawat tempur, dan sistem rudal.
Ketika sasaran bergerak dengan ketinggian sangat rendah, waktu yang tersedia bagi sistem pertahanan untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan merespons juga menjadi semakin singkat.
Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu tantangan ketika F-5 Iran mendekati wilayah Kuwait.
Dalam laporan serangan yang disebut terjadi sekitar Maret lalu, jet tempur Iran itu diklaim terbang di bawah ketinggian 15 meter.
Penerbangan sangat rendah dapat mengurangi peluang pesawat terdeteksi radar, terutama ketika bergerak dekat dengan permukaan.
Pesawat juga dapat memanfaatkan kondisi geografis dan rute tertentu untuk mendekati wilayah target.
Taktik semacam ini membuat sistem pertahanan memiliki waktu yang lebih terbatas untuk memberikan respons terhadap ancaman yang datang.
Pesawat Tua dengan Taktik Tepat F-5 Iran menjadi sorotan setelah muncul laporan yang mengklaim pesawat tersebut digunakan dalam serangan terhadap pangkalan militer AS di Kuwait.