Temu Akbar Guru Besar UI Perkuat Kolaborasi dan Peran Akademisi Menjawab Persoalan Bangsa
- siapviva
Siap – Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan Temu Akbar Guru Besar UI 2026 di Makara Art Center, Depok. Acara ini digelar sebagai ruang silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antarguru besar lintas fakultas.
Acara dihadiri 235 guru besar dari berbagai fakultas di UI dan menjadi momentum untuk mempererat hubungan akademik, mendorong kolaborasi multidisiplin, serta memperkuat kontribusi guru besar dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah mengatakan, predikat guru besar sebagai guru bangsa tidak cukup hanya tercantum dalam status atau struktur kelembagaan, tetapi harus tercermin melalui tindakan dan kontribusi nyata.
Menurutnya, guru besar memiliki tanggung jawab untuk memberikan pandangan akademik yang dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
“Kalau kita menyebut diri sebagai guru bangsa, kita harus mengetahui bagaimana kita menempatkan diri sebagai guru bangsa itu. Tidak hanya tertulis di statuta, tetapi harus tercermin dari apa yang dilakukan para guru besar,” katanya, Kamis (13/8/2026).
Rangkaian Temu Akbar Guru Besar UI 2026 diisi dengan Inspiring Remarks dari tiga guru besar yang mewakili rumpun keilmuan UI, yakni Prof. Terry Mart dari rumpun sains dan teknologi, Prof. Dwiana Ocviyanti dari rumpun kesehatan, serta Prof. Rhenald Kasali dari rumpun sosial humaniora.
Ketiganya menyampaikan perspektif mengenai perkembangan teknologi, tanggung jawab akademik, serta perubahan ekosistem pengetahuan di tengah perkembangan zaman.
Prof. Terry mengajak para guru besar melihat perkembangan komputasi kuantum yang berpotensi membawa perubahan besar terhadap perkembangan teknologi.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan komputasi kuantum dapat menghadirkan percepatan dalam pengolahan informasi dan membuka peluang baru ketika dikembangkan bersama teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi terus bergerak ke arah yang semakin kompleks sehingga perlu menjadi perhatian perguruan tinggi dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi perubahan teknologi di masa mendatang.
Selanjutnya, Prof. Dwiana Ocviyanti menyoroti tanggung jawab akademisi dalam menjaga etika, kebenaran, dan keadilan. Ia mengajak para guru besar untuk tidak menghindari tanggung jawab ketika dihadapkan pada persoalan yang menyangkut integritas akademik.