Jenderal AS Kelimpungan, Trump Lagi Pusing Cari Ide Hukum Iran
- Istimewa
Siap – Tekanan Amerika Serikat terhadap Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Di sisi lain, Washington nampaknya dibuat kewalahan menghadapi Teheran.
Saking bingungnya, elit militer AS bahkan sampai minta saran ke pengamat maupun analisis untuk menghadapi Republik Islam tersebut.
Disitat dari kanal YouTube tv One, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM dikabarkan meminta masukan dari para analis militernya untuk merumuskan pendekatan yang dinilai lebih efektif dalam menghadapi Teheran.
Berdasarkan informasi dari beberapa sumber, seorang perwira senior di bagian intelijen CENTCOM mengirim surat elektronik kepada sejumlah analis militer.
Surat itu berisi permintaan ide-ide baru dan tindakan konvensional untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran.
Langkah tersebut dinilai tidak lazim, karena proses perumusan strategi militer biasanya tidak dilakukan melalui mekanisme seperti itu.
Permintaan tersebut mencerminkan terbatasnya opsi yang dimiliki Washington dalam upaya memaksa Iran kembali ke meja perundingan sesuai syarat yang diinginkan Presiden Donald Trump.
Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Iran
- Istimewa
Sejumlah pejabat militer disebut tengah mengevaluasi kembali strategi yang selama ini dijalankan dan membuka kemungkinan penggunaan pendekatan baru.
Juru Bicara CENTCOM Kapten Angkatan Laut Timothy (Tim) Hawkins mengatakan, komando militer Amerika memiliki tradisi mendorong inovasi dalam setiap operasi.
Ia menyebut pemimpin CENTCOM secara rutin mengajak personil dari berbagai tingkatan untuk menyampaikan gagasan demi meningkatkan efektivitas pelaksanaan misi.
Perkembangan itu terjadi sebelum Donald Trump sempat mempertimbangkan serangan militer baru terhadap Teheran.
Namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah sejumlah pemimpin kawasan, termasuk putra mahkota Arab Saudi dilaporkan menghubungi Trump dan mendesaknya agar menahan eskalasi konflik.
Selama beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat terus melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran, dengan tujuan mengurangi kemampuan Teheran mengancam jalur perairan di Selat Hormuz sekaligus meningkatkan tekanan agar bersedia kembali bernegosiasi.
Meski demikian, hingga kini belum ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan diplomatik.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga dikabarkan mempertimbangkan opsi meningkatkan operasi militer dengan kembali menyerang fasilitas nuklir Iran yang masih tersisa.
Sejumlah sumber menyebut militer telah menyiapkan rencana operasi terhadap beberapa lokasi strategis yang diyakini berkaitan dengan program nuklir Teheran.