Sesumbar Ancam Serang Iran Besar-besaran, Jenderal IRGC: Anda Sedang Bermimpi Pak Trump
- Istimewa
Siap – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memberi peringatan terakhir pada Iran terkait dengan situasi di Selat Hormuz.
Dalam sesi wawancara dengan sejumlah awak media di Gedung Putih, Trump menyampaikan bahwa AS masih membuka ruang dialog bagi Teheran.
Namun, ia memperingatkan bahwa kesempatan tersebut tidak akan berlangsung selamanya.
Trump menyebut, momen saat ini sebagai kesempatan terakhir bagi Iran untuk memilih jalur diplomasi dibandingkan mempertahankan konfrontasi yang berpotensi memperburuk situasi kawasan.
Pernyataan itu menunjukkan Washington masih berupaya memberikan tekanan diplomatik kepada Teheran, sembari mempertahankan posisi tegas terhadap berbagai kebijakan Iran yang selama ini menjadi perhatian Amerika Serikat.
"Kita sedang berbicara, dan kita berbicara atas permintaan Iran yang didukung oleh Arab Saudi, UEA, dan Qatar khususnya, tapi juga banyak negara lain," ucap Trump.
Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Iran
- Istimewa
Menurutnya, para pemimpin dari banyak negara tersebut mendesak AS untuk memberikan kesempatan dialog pada Teheran.
"Ini adalah kesempatan terakhir mereka. Ini bukan sesuatu yang jika tidak terjadi. Inilah kesempatan terakhir bagi mereka untuk menandatangani dokumen yang baik," katanya.
Pernyataan tersebut direspon dingin oleh Teheran.
Dilansir dari kanal YouTube Kompas, Pemerintah Republik Islam menegaskan, bahwa tekanan politik maupun ancaman tidak akan mengubah sikap mereka dalam menghadapi berbagai isu strategis, termasuk menyangkut keamanan Selat Hormuz.
Penolakan itu memperlihatkan bahwa hubungan kedua negara masih berada pada titik yang sangat sulit untuk dipulihkan.
Perwira militer senior dalam Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, Mohsen Rezaei memastikan bahwa negaranya tak akan berunding dengan AS soal pengelolaan Selat Hormuz.
"Sekarang tidak ada gencatan senjata, tetapi serangan kami memiliki arti. Misalnya, kami sama sekali tidak akan membiarkan koridor kedua terbuka di Selat Hormuz, bahkan jika mereka membawa kapal induk, kami akan menyerang kapal induk itu," tegasnya.
Rezaei yang juga dikenal sebagai penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran itu memastikan, bahwa setiap agresi militer akan dibalas dengan balasan yang menyakitkan.
"Jika mereka membawa pasukan militer, kami akan menyerang mereka. Untuk saat ini kami mengancam kapal-kapal agar tidak datang. Untungnya, banyak kapal mendengarkan ancaman kami dan berbalik, dan kami tidak terlibat pertempuran," ujarnya.