Iran Kirim Pesan Keras di Tengah Konflik, Dunia Kini Menanti Langkah Berikutnya

Potret ilustrasi kekuatan militer Iran di tengah konflik Timur Tengah.
Sumber :
  • Gemini AI

SiapKonflik di Timur Tengah masih belum menunjukkan tanda-tanda benar-benar mereda.

img_title Bukan Sekadar Ancaman, IRGC Sebut Iran Kini Siap Mengubah Cara Berperang

Di tengah situasi yang terus berubah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak berniat memperluas ketegangan di kawasan, tetapi siap mengambil langkah tegas apabila keamanan dan kedaulatan Republik Islam kembali mendapat ancaman.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Iran terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait perkembangan konflik di Palestina, termasuk melalui pembicaraan dengan pemimpin baru Hamas.

img_title Iran Makin Keras, AS Dihadapkan Pilihan Sulit: Negosiasi atau Perang Panjang?

Pada pernyataan yang dikutip Press TV pada Senin, 3 Agustus 2026, Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki kepentingan untuk memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah.

Meski demikian, ia memastikan pemerintah Iran akan menggunakan seluruh kemampuan yang dimiliki demi melindungi keamanan nasional, kepentingan negara, serta keutuhan wilayahnya.

img_title Trump Terjebak 'Skenario Horor' Iran? Maju Mati Kutu, Mundur Malu!

"Republik Islam Iran tidak ingin meningkatkan ketegangan atau instabilitas di kawasan. Namun, Iran akan bertindak dengan seluruh kemampuannya untuk mempertahankan keamanan, kepentingan nasional, dan integritas wilayahnya," tutur Pezeshkian.

Ketegangan di kawasan sendiri meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke sejumlah target di kawasan Timur Tengah.

Pada April, Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata.

Kesepakatan tersebut kemudian diperkuat melalui nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni sebagai upaya mengakhiri konflik militer dan membuka jalan menuju perdamaian jangka panjang.

Namun, kesepakatan itu tidak bertahan lama.

Bulan lalu, kedua negara kembali saling melancarkan serangan selama hampir dua pekan sehingga proses perdamaian kembali mengalami kebuntuan.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu menyatakan telah membatalkan rencana operasi militer terhadap Iran setelah Teheran bersama sejumlah negara Timur Tengah meminta tambahan waktu guna menyelesaikan kerangka perjanjian damai.

Trump juga menyebut Israel ikut mendukung komitmen tersebut.

Di tengah dinamika tersebut, Pezeshkian melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan pemimpin baru Hamas, Khalil al-Hayya.

Kedua tokoh membahas perkembangan terbaru di Palestina, termasuk kondisi di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Dalam keterangannya, Hamas menyebut Pezeshkian kembali menegaskan dukungan penuh Iran terhadap perjuangan rakyat Palestina serta hak-hak mereka.

Halaman Selanjutnya
img_title