Iran Peringatkan AS dan Para Sekutunya: Mata Balas Mata!
- Meghdad Madadi
Siap – Panglima Angkatan Darat IRGC, Brigadir Jenderal Sayyid Majid Mousavi mengancam sekutu Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk menjadi gelap gulita jika pembangkit listrik dan jembatan Iran diserang.
Mengutip Woon News, salah satu jenderal perang pasukan elit Republik Islam itu berjanji, pihaknya akan menargetkan infrastruktur energi di seluruh Asia Barat.
Bahkan, memutus pasokan listrik ke sekutu AS di kawasan tersebut.
Ancaman Brigjen Mousavi ini adalah respon atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut akan menghancurkan jembatan, atau pembangkit listrik Iran untuk setiap kapal yang diserang di Selat Hormuz, Rabu, 22 Juli 2026.
Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi melalui unggahan di platform X juga memperingatkan bahwa Teheran akan membalas setiap tindakan yang dilakukan AS atau-pun para sekutunya.
"Setiap serangan terhadap infrastruktur negara akan memicu respons yang tegas."
Kota rudal bawah tanah Iran
- Generated by Gemini AI
Disitat dari kanal YouTube Kompas, Araghchi menegaskan doktrin pertahanan Republik Islam sudah jelas, yakni mata ganti mata.
Ia juga menambahkan, negara-negara yang memberikan dukungan militer terhadap AS dalam bentuk apapun akan dianggap sebagai target yang sah.
Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, Komando Militer Gabungan itu mengatakan Selat Horumuz juga akan tetap ditutup selama AS terus menargetkan Teheran.
Republik Islam pun memperingatkan bahwa minyak, gas listrik, dan infrastruktur ekonomi di seluruh kawasan akan menjadi sasaran berikutnya jika Amerika benar-benar menyerang fasilitas Teheran.
Angkatan bersenjata negara tersebut juga takkan mengizinkan setetes pun minyak untuk diekspor dari kawasan jika AS menindaklanjuti ancaman Presiden AS Donald Trump.
Komando itu selanjutnya memperingatkan bahwa ancaman berulang dari Washington dan militer AS hanya akan memperluas konflik di seluruh Asia Barat.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Muhammad Bagher Ghalibaf juga menegaskan Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran strategis tidak akan kembali seperti sebelum perang.
Ia memperingatkan tidak akan ada negara di kawasan yang dapat menjual minyak jika Teheran juga mengekspor minyaknya.
Ghalibaf juga memperingatkan negara-negara Teluk sekutu Amerika apabila keamanan Teheran tidak dijamin, maka tindak ada infrastruktur yang tetap aman.