Iran Aktifkan Mode Perang Skala Besar Hadapi AS, Houthi Berani Tantang Arab
- Istimewa
Siap – Republik Islam Iran tengah bersiap menghadapi perang skala penuh dalam menghadapi Amerika Serikat (AS). Keputusan ini langsung direspon sekutu terdekat Teheran, yakni Houthi di Yaman.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, pada Senin 20 Juli 2026, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negaranya kini berada dalam perang skala penuh dengan Amerika Serikat.
Di saat yang hampir bersamaan, kelompok Houthi di Yaman juga mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi.
Jika ketegangan ini terus meningkat, kawasan Timur Tengah bisa menghadapi krisis yang jauh lebih besar.
Apalagi jalur strategis seperti Selat Hormuz dan Laut Merah berada di tengah pusaran konflik tersebut.
Menurut Pezeshkian, negaranya harus bersikap realistis dan siap menerima konsekuensi dari perlawanan yang mereka lakukan.
Pernyataan ini muncul ketika sejumlah mediator dilaporkan mengusulkan gencatan senjata selama 10 hari untuk meredakan pertempuran.
Namun dari sisi Teheran, situasinya justru dianggap semakin serius.
Potret ilustrasi
- Istimewa
Negosiator utama Republik Islam sekaligus Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut, Amerika Serikat tidak menunjukkan tanda-tanda ingin menghentikan eskalasi.
Menurutnya hal itu terlihat dari sikap AS yang terus membawa peralatan militer baru ke kawasan Timur Tengah.
Sementara Washington mengklaim ingin menghentikan perang.
Ghalibaf menegaskan, bahwa negaranya merasa sudah mampu membaca strategi AS dan telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan konflik yang lebih luas.
Sementara itu, seorang pejabat Amerika Serikat yang dikutip The Washington Post mengatakan bahwa Gedung Putih sedang menyusun rencana untuk kemungkinan memperluas operasi militer terhadap Teheran.
Menurut laporan tersebut, AS juga mengirim lebih banyak pesawat militer ke kawasan Timur Tengah.
Namun pejabat itu memperingatkan, bahwa kemampuan AS bisa terbatas karena persediaan amunisi dan sistem pertahanan tertentu disebut tidak mencukupi untuk mempertahankan operasi dalam jangka panjang.
AS juga disebut menghadapi keterbatasan dalam mengerahkan pasukan tambahan akibat kerusakan dan tekanan yang dialami selama pertempuran sebelumnya.
Jika informasi ini benar, maka situasinya menjadi semakin rumit.
Dunia Terancam Krisis
Di satu sisi, Iran menyatakan siap menghadapi perang skala penuh. Sementara AS disebut tengah mempersiapkan kemungkinan memperluas operasi, tetapi harus memperhitungkan keterbatasan sumber daya militernya.