Detik-detik Rudal Balistik Iran Menghantam Pangkalan Militer AS di Yordania, Tiga Gelombang Serangan Mematikan

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Ketegangan di kawasan Timur Tengah makin membara setelah serangan rudal balistik Iran pada Sabtu (18/7) lalu terbukti menghantam fasilitas vital militer Amerika Serikat (AS) di Yordania.

img_title Kabar Stok Rudal AS Menipis Bikin Trump Murka, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Rudal-rudal tersebut tepat menyasar unit hunian prefabrikasi yang difungsikan sebagai asrama bagi pasukan militer AS yang ditempatkan di wilayah tersebut.

Laporan dari The Wall Street Journal yang mengutip dua pejabat resmi AS mengonfirmasi bahwa serangan balasan Iran itu menggempur Pangkalan Udara Muwaffaq Salti.

img_title Amerika Tak Lagi Punya Harga Diri, Legislator Iran Sebut Trump Cuma Diplomasi Teater

Tidak tanggung-tanggung, pangkalan militer strategis ini dihantam oleh tiga gelombang serangan rudal terpisah hanya dalam kurun waktu 24 jam.

Tiga Gelombang Serangan dalam 24 Jam Dikutip dari Al Jazeera, dampak gempuran ini awalnya dilaporkan menewaskan dua tentara AS.

img_title Tak Sudi Amerika Desak Iran Berunding, Israel Ancam Serang Teheran Secara Brutal

Namun, perkembangan terbaru menyebutkan bahwa jenazah korban ketiga telah ditemukan di lokasi insiden dan saat ini sedang menjalani proses identifikasi ketat oleh tim medis militer.

Kronologi serangan menunjukkan betapa fatalnya gelombang rudal yang diluncurkan Teheran:

• Serangan Pertama: Menghantam gedung pusat kebugaran (gym) pangkalan tak lama setelah sirene peringatan bahaya berbunyi.

Beberapa personel militer menderita luka-luka saat berhamburan mencari perlindungan.

• Serangan Kedua: Menghantam sebuah hanggar pesawat yang sedang dalam keadaan kosong.

• Serangan Ketiga: Menghancurkan unit hunian kontainer (containerized housing units) yang difungsikan sebagai tempat tidur utama bagi para prajurit AS.

Pihak Pentagon telah merilis identitas dua dari tiga personel militer yang gugur dalam tugas tersebut, yaitu First Lieutenant Tyler J. Feehan yang berasal dari Hawaii, serta Prajurit Isabella Gonzales yang berasal dari Texas.

Hingga saat ini, satu korban tewas lainnya belum teridentifikasi, sementara satu personel militer AS lainnya masih dinyatakan hilang di sekitar area reruntuhan.

Trump Ancam Pembalasan Setimpal Serangan berdarah ini memicu kemarahan mendalam dari pihak Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump langsung mengancam akan membalas Iran habis-habisan jika ada lagi prajurit AS yang kehilangan nyawa akibat tindakan agresif Teheran.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (20/7), Trump menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan seluruh jajaran pimpinan militer, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth, untuk mengambil tindakan paling tegas.

Halaman Selanjutnya
img_title