Perang Iran vs AS Berlanjut, Israel Bersiap Hadapi Pembalasan

Rudal balistik Iran siaga lawan Amerika dan Israel
Sumber :
  • Istimewa

"Semua orang setuju, tidak ada senjata nuklir. Kita membuat kesepakatan. Mereka keluar, bicara kepada pers, mereka lalu mengatakan bahwa kita bahkan tidak pernah membicarakannya. Ada yang salah dengan mereka, mereka itu tidak waras. Bagi saya, ini sudah berakhir," tuturnya dengan nada emosi.

img_title Amerika Nyalakan Perang Ekonomi, Iran Diam-diam Menyiapkan Balasan

Senada dengan Trump, Wakil Presiden Amerika Serikat James David (JD) Vance mengatakan Washington siap mengambil tindakan lebih keras jika Teheran kembali mencoba menutup Selat Hormuz.

Menurut JD Vance, Amerika ingin memastikan jalur minyak dan gas tetap terbuka. 

img_title Dua Negara Ini Disebut Tak Mau Ikut Sanksi Baru AS ke Iran, Washington Mulai Kehilangan Dukungan?

Ia memperingatkan bahwa penutupan selat tersebut akan memicu respon militer Amerika Serikat

Tantangan Terbuka

img_title AS Mulai Dihadapkan Jalan Buntu di Selat Hormuz, Iran Diuntungkan

Terpisah, dilansir CBS News dan Euro News, Kepala Staf dan Wakil Koordinator Angkatan Bersenjata Iran, Laksamana Muda Habibollah Sayyari, menegaskan bahwa pasukan Republik Islam akan mengubah wilayah pesisir negara tersebut menjadi "neraka" bagi pasukan AS jika mereka diperintahkan menyerang.

Ia memastikan bahwa bahwa pasukan militer, kepolisian dan paramiliter IRGC begitu kuat dan hadir dengan kokoh di lapangan sehingga musuh bahkan tidak akan berpikir untuk mengerahkan pasukan di pesisir.

"Musuh menyadari bahwa upaya apa pun untuk mendaratkan pasukan di pesisir Iran sama saja dengan memasuki neraka dunia yang tidak memiliki jalan keluar," katanya.

Dia juga menegaskan, bahwa pihaknya tak akan gentar sedikit pun dengan kehadiran musuh.

"Respons kami jelas, jika kalian punya nyali, silahkan datang," tegas Sayyari dikutip dari IRNA.