Saung KAHIJI, Inovasi Digital Lapas Cibinong Penuhi Hak Napi: Dijamin Anti Ribet!
- Istimewa
Siap – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus melakukan pengembangan demi memenuhi hak warga binaan. Salah satunya dalam bidang transformasi digital.
Kebijakan ini dinilai penting karena dianggap mendukung dalam meningkatkan kualitas pelayanan, khusus pada warga binaan.
Adapun inovasi yang kini tengah menjadi perhatian adalah Saung KAHIJI (self service).
Itu adalah layanan berbasis teknologi yang memungkinkan warga binaan mengakses informasi pemasyarakatan secara cepat, mudah, dan transparan hanya melalui pemindaian sidik jari.
Kasubsi Registrasi Lapas Cibinong, Risang Achmad menjelaskan, optimalisasi Saung KAHIJI menjadi bagian dari komitmen pihaknya dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak warga binaan.
Melalui layanan ini, berbagai informasi penting seperti sisa masa pidana, jumlah remisi yang telah diperoleh, estimasi tanggal bebas, hingga data administrasi pemasyarakatan dapat diakses secara mandiri tanpa harus menunggu pelayanan manual dari petugas.
"Kehadiran inovasi ini tidak hanya memberikan kemudahan akses informasi, tetapi juga memperkuat prinsip transparansi dalam penyelenggaraan layanan pemasyarakatan," katanya dikutip pada Rabu, 8 Juli 2026.
Dengan informasi yang tersedia secara real-time, warga binaan pemasyrakatan atau WBP, dapat memantau perkembangan hak-haknya secara langsung sehingga proses pelayanan menjadi lebih efektif, efisien, dan memberikan kepastian.
Achmad menegaskan, bahwa Saung KAHIJI merupakan salah satu bentuk nyata transformasi digital yang terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan berbasis digital di Lapas Cibinong.
"Melalui Saung KAHIJI, WBP dapat mengetahui informasi mengenai sisa masa pidana, remisi yang telah diterima, hingga estimasi tanggal bebas secara mandiri hanya dengan melakukan pemindaian sidik jari," ujarnya.
"Inovasi ini memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan akurat, sekaligus memastikan setiap WBP memperoleh akses informasi mengenai hak-haknya dengan mudah," sambungnya.
Manfaat inovasi tersebut juga dirasakan langsung oleh para warga binaan.
Salah seorang Warga Binaan berinisial BL mengungkapkan bahwa Saung KAHIJI membuat proses memperoleh informasi menjadi jauh lebih praktis.
"Sekarang kalau ingin mengecek sisa masa pidana atau remisi, kami cukup scan sidik jari. Informasinya langsung muncul, jadi lebih cepat, mudah, dan membuat kami merasa tenang karena bisa mengetahui perkembangan hak-hak kami secara mandiri," ungkapnya.