Iran Serang Target AS di Kuwait dan Bahrain, IRGC Klaim Rudal Tepat Sasaran

Potret ilustrasi Armada Tempur Iran terbaru
Sumber :
  • Istimewa

SiapIran melancarkan serangan rudal terhadap target-target militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas serangan AS terhadap wilayah Sirik dan Pulau Qeshm di selatan Republik Islam.

img_title Iran Singgung Utang AS yang Membengkak hingga Rp 711 Kuadriliun

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim rudal-rudal yang diluncurkan berhasil mengenai sasaran yang telah ditentukan.

Serangan tersebut menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang berkembang cepat antara Teheran dan Washington di kawasan Teluk. Peristiwa ini juga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konfrontasi militer di salah satu kawasan paling strategis bagi perdagangan energi dunia.

img_title Siap Perang Besar? Iran Siapkan Rudal Generasi Baru dengan Daya Hancur Paling Mengerikan!

Menurut laporan AP News dan sejumlah media internasional pada Jumat, 5 Juni 2026, Iran menembakkan sejumlah rudal balistik ke arah fasilitas yang dikaitkan dengan kehadiran militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.

Media pemerintah Iran menyebut operasi tersebut sebagai respons langsung terhadap serangan AS yang sebelumnya menghantam fasilitas militer dan pengawasan Republik Islam di kawasan Sirik dan Pulau Qeshm yang berada di Provinsi Hormozgan.

img_title Gawat, Perang Saraf AS-Iran Memanas: California Disebut Jadi "Wilayah Baru" Teheran?

IRGC menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari hak Republik Islam untuk membela kedaulatan dan keamanan nasionalnya.

Pihak Republik Islam mengklaim rudal-rudal yang diluncurkan berhasil mencapai target.

Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi independen yang membuktikan tingkat kerusakan maupun jumlah korban akibat serangan tersebut.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat menyatakan sebagian besar rudal berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut sistem pertahanan udara AS bersama negara-negara sekutu di kawasan berhasil menghadapi ancaman yang datang dari Republik Islam.

Menurut laporan AP News, enam dari tujuh rudal balistik yang diluncurkan Iran berhasil dicegat, sementara satu rudal lainnya tidak mencapai target.

Pemerintah Bahrain sempat mengaktifkan sistem peringatan serangan udara setelah mendeteksi ancaman yang mengarah ke wilayahnya.

Kuwait juga meningkatkan status kesiagaan militernya selama serangan berlangsung.

Perbedaan klaim antara Iran dan Amerika Serikat kembali menunjukkan bagaimana perang informasi menjadi bagian penting dalam konflik yang terus berkembang di kawasan.

Balasan atas Serangan AS di Sirik dan Pulau Qeshm

Halaman Selanjutnya
img_title