Hari ke-66 Konflik AS vs Iran: Trump Plin Plan, Mojtaba Khamenei Serukan Perang
- Istimewa
Siap – Upaya diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu setelah Presiden AS, Donald Trump lagi-lagi menolak proposal terbaru yang diajukan Teheran.
Itu artinya, konflik yang terjadi antara Teheran dan Washington masih terus berlanjut dan kini memasuki hari ke-66 pada Minggu, 3 Mei 2026.
Dilansir dari kanal YouTube Kompas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat, 1 Mei 2026 mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka terhadap proposal terbaru yang diajukan Teheran, Iran.
Ia mengatakan, Teheran mengajukan tuntutan yang tak bisa dipenuhi. Trump bahkan mengaku tak akan tergesa-gesa dalam mengakhiri perang.
Padahal Trump sendiri sudah mendapat tekanan dari mana-mana, maupun sentimen negatif rakyat Amerika Serikat yang tinggi terhadap perang.
Jajak pendapat terbaru yang dilakukan Washington Post, ABC News, dan IPSOS menunjukkan 61 persen warga Amerika Serikat menilai penggunaan kekuatan militer terhadap Republik Islam itu adalah sebuah kesalahan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal perang Iran
- Istimewa
Sementara itu, terkait tekanan dari Kongres AS, Trump dikabarkan telah menyampaikan surat yang menyebut perang dengan Republik Islam sudah berakhir.
Bahkan, satu kapal induk Amerika Serikat, yakni USS Gerald R Ford dikabarkan telah ditarik dari Timur Tengah setelah dikerahkan dalam perang melawan Teheran.
Sedangkan dua kapal induk lainnya masih bertahan di kawasan tersebut. Di tengah kebentuan negosiasi, Amerika Serikat terus meluncurkan langkah untuk menekan ekonomi Teheran.
Terbaru, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap terminal minyak China yang menjalin transaksi dengan Teheran.
Terpisah, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Mojtaba Khamenei justru menyerukan perlawanan melalui jalur ekonomi.
Ia menegaskan, langkah ini dilkakukan guna membuktikan bahwa musuh-musuh Repubik Islam tidak akan berhasil menjatuhkan mereka.
Sementara itu, angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC mengumumkan akan memberlakukan aturan baru di perairan Selat Hormuz dengan tujuan menjadikannya sumber keamanan dan kemakmuran bagi kawasan.
Tekanan AS Tak Mempan ke Iran
Ancaman eskalasi militer Washington dinilai tidak lagi memiliki kredibilitas di mata pemimpin Teheran.
Mantan Kepala Cabang Iran di Divisi Riset (Research Division) Intelijen militer Israel, Dani Citrinowics, menilai Teheran saat ini berada pada posisi yang jauh lebih kuat.