Hari ke-66 Konflik AS vs Iran: Trump Plin Plan, Mojtaba Khamenei Serukan Perang
- Istimewa
Ketidakkonsistenan strategi AS justru memberikan ruang bagi Republik Islam untuk memperbaiki kemampuan pencegahan strategisnya.
Gagalnya Trump untuk memaksa Teheran hadir di meja perundingan Islamabad juga menunjukkan bahwa teknik tekanan maksimalnya telah mencapai titik jenuh.
Iran dengan sengaja menunggu lebih lama daripada Presiden AS guna menunjukkan siapa yang sebenarnya memegang kendali atas waktu.
Dengan Selat Hormuz yang tetap tertutup dan harga energi yang meroket, Trump kini terjebak dalam pilihan solid antara mengakui kegagalan atau terus melakukan gertakan yang tidak lagi ditakuti.
Di tengah pelemahan posisi Washington, Iran secara resmi merilis formula 3 tahap sebagai ultimatum untuk kembali berunding.
Syarat ini menempatkan isu nuklir yang menjadi kepentingan utama AS pada urutan paling akhir.
Teheran menegaskan bahwa pembicaraan hanya bisa berlanjut jika Amerika Serikat menyepakati dua tahap awal terlebih dahulu.
Lalu, bagaimana urutannya? Tahap pertama adalah pengakhiran perang secara total dan pemberian jaminan untuk mencegah serangan ulang terhadap Iran serta Lebanon.
Tahap kedua, pembicaraan akan beralih pada pengelolaan dan administrasi bersama jalur pelayanan vital di Selat Hormuz.
Baru setelah dua poin tersebut disepakati, Iran bersedia membahas isu nuklir pada tahap ketiga.
Formula ini secara efektif menyandera keinginan Washington untuk melucuti uranium Teheran.
AS Sebut Perang Telah Usai
Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini menyatakan kepada Kongres AS bahwa perang melawan Iran sudah berakhir.
Dalam suratnya kepada pimpinan Kongres yang diterima Jumat, 1 Mei 2026, Trump menyebut operasi militer terhadap Teheran, Iran telah dihentikan sejak gencatan senjata sementara pada 7 April 2026.
Gedung Putih berargumen hitungan mundur 60 hari dalam resolusi kekuatan perang otomatis berhenti.
Dalam suratnya itu, Trump mengklaim tidak ada lagi baku tembak sejak 7 April 2026 dan konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026 telah selesai.
Meski begitu, tafsir hukum ini diperkirakan memicu perdebatan dengan anggota senat dari Partai Demokrat.
Trump tolak pembatasan kekuasaan militer atas Iran.
- Siap.viva/Sprinter Press Agency
Disitat dari kanal YouTube Kompas, meski mengklaim operasi tempur berhenti, Trump mengingatkan ancaman dari Iran masih ada sehingga pergerakan pasukan AS tetap berjalan.