Kerahkan Ribuan Pasukan, Trump Bombardir Iran?
- Istimewa
Siap –Lagi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak habis habisnya menggerkan publik, setelah melontarkan berbagai macam ancaman, kini ia kembali mengancam akan membombardir Iran.
Namun disisi lain, Washington menyebut bJwa pihaknya tengah melakukan negosiasi untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya tengah bernegosiasi dengan rezim yang lebih rasional di Iran.
Tapi dibalik itu, Ia juga memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan berujung pada serangan besar.
"Kemajuan besar telah dicapai, tetapi jika alasan apapun kesepakatan tidak segera tercapai, yang kemungkinan besar akan terjadi," ungkap Trump di Truth Social.
Tentara Amerika terkait perang Iran
- Istimewa
Setelah itu, Trump kembali menebar ancaman keras terkait konflik yang masih berlangsung dengan Iran.
Ia mengancam akan menghancurkan berbagai fasilitas vital negara tersebut jika tak ada pembukaan dari Selat Hormuz.
Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menghancurkan pembangkit listrik, sumur minyak, sumber air bersih hingga pusat ekspor minyak di Iran yakni Kharg Island.
"Jika Selat Hormuz tidak segera dibuka untuk bisnis, kami akan mengakhiri 'kunjungan' kami yang menyenangkan dengan meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya semua pembangkit listrik, sumur minyak dan Pulau Kharg," tegas dari Trump.
Strait of Hormuz atau Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar dua puluh persen pasokan minyak dunia.
Penutupan jalur ini telah memicu kekhawatiran global terkait pasokan energi dan stabilitas ekonomi.
Trump sebelumnya memberi jeda serangan terhadap fasilitas energi dari negara tersebut selama sepuluh hari, yang dijadwalkan berakhir pada awal April.
Meski mengklaim adanya kemajuan dalam negosiasi, ia secara bersamaan terus mengirim pasukan tambahan ke Timur Tengah.
Ilustrasi Iran jaga ketat Selat Hormuz
- Istimewa
Terbaru, Amerika Serikat mulai mengerahkan ribuan pasukan tambahan, termasuk 82nd Airborne Division.
Ia merupakan pasukan elite yang dapat membuka berbagai opsi dalam perang untuk Trump.
Pasukan yang dikerahkan mencakup elemen markas, unit logistik serta satu brigade tempur lengkap.
ia juga akan melengkapi ribuan personal marinir yang telah dikirimkan oleh Washington.
Kini Timur Tengah memiliki ribuan pasukan dari angkatan laut, pasukan khusus dan unit lainnya dari Amerika Serikat.