Trump Klaim Lumat Habis Pulau Terlarang Iran, IRGC Balas Hancurkan 10 Tempat Persembunyian Tentara AS  Israel?

Potret Ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Perang antara AS dan Israel melawan Iran disebut telah memasuki Minggu ketiga dengan eskalasi yang kian tak terkendali.

img_title Gawat, Perang Saraf AS-Iran Memanas: California Disebut Jadi "Wilayah Baru" Teheran?

Nah, pada Sabtu (14/3) Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa militer Amerika Serikat telah melumat habis target militer di pulau Kharg (Kharg Island) yang disebut sebut pulau terlarang.

Bahkan pulau tersebut disebut sebagai permata mahkota Iran lantaran perannya sebagai jalur ekspor bagi 90 persen minyak negara tersebut.

img_title NATO Siaga Satu! Iran Ancam Hantam Pangkalan Militer AS di Eropa, Siap Perang Besar?

Serangan target militer di Kharg Island yang merupakan pusat ekspor minyak mentah yang sangat penting bagi Iran pada Jumat (13/3).

Trump juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat bukan hanya menyerang target militer disana, tetapi dapat menyerang infrastruktur minyak di pulau tersebut jika Iran terus menghalangi kapal kapal yang melintas di selat Hormuz.

img_title Iran Kirim Sinyal Keras, Persenjataan Baru Disiapkan Jika Konflik Kembali Meletus

Video yang diunggah Trump di platform Truth Social dan kemudian diverifikasi lokasinya oleh CNN menunjukkan serangan udara terhadap pulau tersebut, termasuk hantaman pada fasilitas bandara.

Setelah serangan tersebut, pemerintah Iran menyatakan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energi Iran akan dibalas dengan serangan terhadap fasilitas energi di kawasan yang dimiliki perusahaan minyak yang memiliki saham Amerika atau bekerja sama dengan AS.

Media pemerintah Iran mengutip pernyataan dari Khatam al-Anbiya Central Headquarters, markas komando militer Iran. Meski ukurannya kecil,

Pulau Kharg merupakan tulang punggung ekspor minyak Iran.

Pulau karang ini terletak sekitar 25 kilometer dari pantai Iran di Teluk Persia, dan menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.

Setiap hari, dilansir dari Al-jazeera, jutaan barel minyak dari ladang minyak besar seperti Ahvaz, Marun, Gachsaran dialirkan melalui jaringan pipa menuju pulau tersebut sebelum dimuat ke kapal tanker minyak raksasa.

Karena pengamanan militernya yang sangat ketat, pulau ini sering dijuluki oleh warga Iran sebagai “Pulau Terlarang.”

Sementara disisi lain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) kembali meluncurkan gelombang rudal ke 46 yang menargetkan sejumlah lokasi yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel.

Serangan itu disebut sebagai bagian dari operasi militer bertajuk Operation True Promise 4.

Halaman Selanjutnya
img_title