Video Lautan Manusia Jalanan Iran Serukan Pembalasan ke Israel dan AS
- Siap.viva/GlobeEyeNews
Siap – Gelombang protes besar mengguncang Iran. Ratusan ribu orang memadati Lapangan Imam Khomeni di Isfahan, menyerukan pembalasan terhadap Israel dan AS.
Video yang beredar memperlihatkan lautan manusia memenuhi ruang publik.
Massa datang dengan satu suara: kemarahan dan tuntutan balasan.
Aksi ini terjadi di tengah kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyid Ali Khamenei.
Duka cepat berubah menjadi mobilisasi massa yang meluas ke berbagai kota, termasuk Teheran.
Ribuan Orang Padati Isfahan
Lapangan Imam Khomeni, Isfahan, menjadi titik ratusan ribu orang berduka atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyid Ali Khamenei.
Suasana duka terlihat jelas. Namun, di tengah kesedihan, massa juga menyuarakan tuntutan keras.
Saat ini, di Isfahan, orang-orang menuntut pembalasan. Aksi tidak berlangsung dalam skala kecil.
Kerumunan memenuhi jalan utama dan ruang terbuka. Spanduk, poster, dan seruan terdengar bergema.
Video yang viral di media sosial menunjukkan kepadatan massa yang signifikan.
Banyak warga mengenakan pakaian hitam sebagai simbol duka.
Di sisi lain, teriakan pembalasan terdengar lantang. Protes ini tidak berdiri sendiri.
Laporan menyebutkan demonstrasi juga terjadi di sejumlah kota lain. Isfahan menjadi salah satu titik terpadat.
Protes Meluas hingga Teheran
Protes besar di Teheran
- Istimewa
Saat ini terjadi protes besar-besaran di Iran yang menuntut pembalasan menyusul pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Sayyid Khamenei oleh AS dan Israel.
Isu tersebut memicu reaksi emosional yang kuat. Banyak warga turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas dan kemarahan.
Jalanan-jalanan di seluruh Teheran menjadi lautan massa menyerukan pembalasan.
Ibu kota menjadi pusat konsentrasi massa berikutnya. Jalan-jalan dipenuhi demonstran yang membawa pesan serupa.
Kehadiran massa dalam jumlah besar menunjukkan tingginya sensitivitas publik terhadap isu ini.
Situasi di sejumlah titik terpantau padat dan penuh emosi.
Protes di Teheran berlangsung dengan skala luas.
Warga berkumpul di pusat kota dan kawasan strategis lainnya.
Di tengah situasi tersebut, aparat keamanan terlihat berjaga untuk mengendalikan arus massa.
Hingga kini, laporan resmi terkait korban atau bentrokan belum dikonfirmasi secara independen.