Menguak Skandal Dana KIP Kampus JGU Depok, Begini Modusnya

Polemik dana KIP Kuliah di JGU Depok
Sumber :
  • siap.viva.co.id

Siap – Teka teki di balik polemik dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, untuk mahasiswa Jakarta Global University atau JGU Depok, akhirnya mulai terkuak.  

img_title Babak Baru Polemik JGU Usai Disorot Kejari Depok, Eks Rektor Akhirnya Diperiksa Polisi

Lantas seperti kronologi versi pihak Rektorat JGU Depok? Lalu benarkah skandal dana KIP Kuliah ini melibatkan pihak luar?

Menanggapi hal itu, Direktur Humas dan Kerjasama JGU, Onki Alexander akhirnya angkat bicara.

img_title Duduk Perkara Eks Rektor JGU Depok dan Anaknya Jadi Tersangka di Kepolisian

"Mungkin seperti ini ya, kalau kita cerita detailnya persoalan seperti apa sebetulnya cukup panjang, karena ini sudah melalui sekitar satu Mingguan ya kita di audit oleh pihak Inspektorat Jenderal dari Kementerian," katanya dikutip pada Kamis, 26 Juni 2025. 

"Jadi kalau misalkan bapak-bapak (wartawan) ingin tahu nih detailnya seperti apa? Mungkin bisa langsung tanya ke pihak Irjen (Dikti). Hasilnya seperti apa? Prosesnya seperti apa? Karena memang sudah resmi, kami sudah di audit," sambungnya. 

img_title Usai Kisruh KIP, Kini Eks Rektor JGU dan Anaknya Jadi Tersangka Pemalsuan Dokumen

Sayangnya, Onki juga tak menjelaskan secara rinci perihal jumlah dana KIP Kuliah yang penyalurannya diduga bermasalah tersebut. 

Namun ia mengakui, sebagian kuota penerima KIP Kuliah di JGU Depok berasal dari aspirasi anggota dewan. 

"Ya terkait dengan pendanaan, jadi memang ada dari beberapa anggota dewan itu yang memberikan kuota. Sebetulnya terkait dengan KIP. Kami memang menerima beberapa kuota dari Kementerian maupun dari aspirasi anggota dewan untuk KIP ini," bebernya. 

Onki tak menampik, bahwa pihaknya memang setiap tahun menerima kuota untuk mahasiwa penerima KIP Kuliah.

Beberapa kuota aspirasi dari anggota dewan itu, menurutnya ada yang jumlahnya cukup, namun ada pula yang kurang.

"Jadi saking banyaknya pendaftar beasiswa KIP ini, kuota yang diberikan oleh anggota dewan itu kurang, sehingga kami mencarikan solusi untuk mahasiswa yang sudah punya niat kuliah ini, mereka punya kuota bisa kuliah di JGU," bebernya. 

Lebih lanjut Onki juga mengakui, bahwa pihaknya mendapat tawaran kuota KIP Kuliah dari beberapa Tenaga Ahli atau TA, namun dengan syarat tertentu. 

Sayangnya, dalam hal ini Onki pun enggan membocorkan jumlah yang disetor balik ke pelaku dengan sebutan uang komitmen.

"Memang kami mendapat tawaran sebetulnya dari beberapa TA, dengan skema ada komitmen, ada uang komitmen-nya yang harus dibayarkan ke anggota TA ini," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
img_title