Laporan Sejak 2023, Kasus Dugaan Penggelapan Pemilik Klinik Kecantikan Diduga Tak Kunjung Diproses?
- Istimewa
Siap –Seorang perempuan berinisial AA (30) mempertanyakan perkembangan laporan polisi (LP) yang ia buat terkait dugaan kasus penggelapan di Polres Metro Jakarta Pusat.
Hingga lebih dari satu tahun berlalu, kasus tersebut masih belum menunjukkan kemajuan.
Menurut AA, laporan yang ia ajukan belum mengalami perkembangan dari kepolisian sampai pelaku di ditahan.
“Sampai saat ini, kasusnya masih dalam proses pemeriksaan. Padahal, pihak kepolisian sudah berulang kali memanggil pihak terkait sejak 2023,” ujar AA saat dikonfirmasi, Rabu (26/2/2025).
AA berharap Polres Metro Jakarta Pusat segera menyelesaikan kasus ini, mengingat terduga pelaku bernama ekolmi hingga kini belum ditangkap , sehingga bisa menghilangkan bukti.
AA menjelaskan bahwa ia membuat laporan di Polres Metro Jakarta Pusat pada 12 Oktober 2023.
Sementara itu, Direktur klinik selaku korban juga menanyakan kinerja kepolisian kenapa sangat lambat dalam memproses laporan tersebut.
Diketahui, kasus ini berawal dari dugaan penggelapan uang sebesar Rp150 juta oleh E, seorang karyawan klinik di Jakarta Pusat, tempat AA bekerja.
Diduga menggelapkan uang perusahaan hingga 5milyar lebih.
Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP / B / 2494 / X / 2023 / SPKT / POLRES METRO JAKPUS / POLDA METRO
“Saat saya memeriksa mutasi, ternyata ada pencairan cek pada 6 September 2023 sebesar Rp150 juta,” ungkap AA.
Tak ingin terkecoh, AA memeriksa kembali produk yang diklaim telah dibeli oleh Ekolmi melalui atasannya.
Namun, ia tidak menemukan adanya pembelian barang tersebut.
“Keesokan paginya, saya mengonfirmasi hal ini kepada atasan. Ternyata, tidak ada penitipan uang sebesar itu,” ungkapnya.
Berdasarkan penelusuran AA, gaya hidup Ekolmi tiba-tiba berubah drastis menjadi lebih mewah.
“Ia memiliki mobil dan tas mewah,serta gaya hidup yang hedonis,” pungkasnya.
Bukti transfer sudah diberikan ke pihak kepolisian tapi belum ada penangkapan, malah pemilik perusahaan disomasi dan dilaporkan oleh pelaku dan diancam.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan laporan kasus dugaan penggelapan pemilik klinik kecantikan tersebut.