Ungkapan Menyentuh Seorang AKBP Putu Kholis Aryana: Dari Tragedi Kanjuruhan hingga Transformasi untuk Kabupaten Malang
- Istimewa
Siap – Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, mengungkapkan perjalanan panjang tugasnya di Malang yang dimulai pada 3 Oktober 2022. Dalam pernyataan reflektifnya, Putu menggambarkan tantangan besar yang dihadapi pasca Tragedi Kanjuruhan, peristiwa kemanusiaan yang meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Malang.
"Saat saya tiba di Malang, atmosfernya penuh dengan kesedihan dan nestapa akibat Tragedi Kanjuruhan. Kondisi internal Polres Malang juga sedang berada di titik nadir, mental anggota terpuruk," kata AKBP Putu seperti disitat dalam Youtube Putu Kholis Aryana, Sabtu, 18 Januari 2025. Langkah awalnya sebagai Kapolres dimulai dengan mendatangi lokasi tragedi di Stadion Kanjuruhan.
Ia bersimpuh di G13 untuk mendoakan para korban dan secara pribadi meminta maaf kepada keluarga korban.
"Saya berjanji untuk mengambil langkah nyata, membersamai mereka dalam proses pemulihan," ujarnya.
Putu menyadari adanya rasa kecewa, kritik, dan bahkan kebencian terhadap aparat kepolisian pasca tragedi tersebut. Ia memutuskan untuk membangun kembali kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan sederhana namun efektif: mendengar.
"Kami mendengar keluh kesah, kritik, dan harapan dari berbagai pihak, mulai dari warga, ulama, tokoh masyarakat, hingga komunitas supporter. Dari sini kami lebih memahami apa yang diharapkan masyarakat," jelasnya.
Pendekatan ini membantu Polres Malang menavigasi tantangan demokrasi, termasuk Pemilihan Kepala Desa Serentak 2023 dan Pemilu 2024, dengan lebih kondusif.
"Korban kecelakaan lalu lintas didominasi usia produktif, yang seharusnya menjadi tulang punggung masa depan Malang," tambahnya.
Salah satu terobosan Putu adalah menciptakan Kanjuruhan Street Race untuk menekan fenomena balap liar.
"Kami ingin memfasilitasi minat anak muda secara positif dan aman," katanya.
Proyek ini mendapat respons positif dari berbagai elemen masyarakat.
Dalam upaya menekan kriminalitas, Polres Malang meluncurkan proyek kampung bersih Curanmor di Landung Sari dan Banjar Arum, serta kampung bersih narkoba di Landung Sari dan Ardiredjo.
"Kami mengedepankan pendekatan restoratif dan transformatif agar kejahatan tidak terulang," tegas Putu.
Penelitian bersama mahasiswa juga dilakukan untuk menganalisis fenomena sosial seperti festival sound hork, yang dijadikan masukan bagi para pemangku kebijakan.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap inisiatif memberikan dampak nyata dan positif bagi Kabupaten Malang," katanya.
Polres Malang juga berkontribusi dalam program kemanusiaan dan pembangunan multi-aspek.
Bantuan untuk pencegahan stunting, distribusi bahan pokok, ketahanan pangan, hingga penanganan bencana menjadi fokus utama dalam mendukung pemerintah daerah.
"Walau dalam keterbatasan, kami berusaha menyalurkan bantuan ke titik-titik yang paling membutuhkan," ujar Putu.
Di penghujung masa jabatannya, Putu menyampaikan optimisme terhadap masa depan Kabupaten Malang.
"Saya yakin, dengan kekompakan dan doa kita, Malang akan menjadi kabupaten yang semakin aman, kuat, makmur, dan sejahtera," pungkasnya.